web analytics

Jika PSBB Akan Diterapkan Besok, Pedagang: Tak Ada Kompensasi Dari Pemerintah Kami Tetap Buka

Surabaya – Sejumlah pedagang kecil mengaku khawatir dengan penerapan PSBB di Kota Surabaya. Mereka khawatir kegiatan berdagang terkena imbas penutupan atau jam malam.

Salah satu pedagang gorengan Mad (57) mengaku jika PSBB tanpa ada konpensasi, dia dan teman-teman lainnya sepakat tetap akan buka. Sebab, selama adanya virus Corona ini penghasilan mereka turun drastis. Untuk itu, dia tak mau warungnya malah disuruh tutup selama PSBB.

“Saya ndak tahu kalau jadi ditutup besok bagaimana. Tapi kalau nggak ada kompensasinya ya saya terus jualan meski dilarang,” tutur Mad saat ditemui di Jalan Rungkut Menanggal, Senin (27/4/2020).

Ditanya lebih lanjut soal kompensasi berupa apa? Mad menjawab harus berupa uang atau sembako. Pasalnya barang-barang itu kini sulit dijangkau oleh masyarakat kecil dan juga harganya mulai naik.

“Ya harus bantuan sembako atau uang. Nah itu jadi keluar apa ndak. Apalagi ini dengar-dengar warung-warung atau yang jualan sebelum jam 9 sudah harus ditutup,” tegas Mad.

“Tapi lihat saja besok seperti apa. Kan ini masih belum berlaku. Kalau memang dikasih kompensasi, disuruh tutup ya nurut saja. Kalau nggak ya jualan saja,” tandas Mad.

Menurut Mad, sejak ada Corona omzet dagangannya mengalami penurunan sampai sekitar 50 persen. Apalagi tempat dagangannya berada di daerah perbatasan. Sehingga kalau ditutup tentu akan terasa lagi dampaknya.

“Ya sebelum ada rencana PSBB saja sudah terasa. Turunnya sampai 50 persen. Kan ini soalnya di perbatasan. Jadi kalau kemarin ditutup sementara yang dari Sidoarjo nggak bisa ke sini,” tukasnya.

“Apalagi ini mau PSBB ya terus kita pedagang dari mana pemasukannya. Makanya kami minta kompensasi,” pungkas Mad.

Sumber  : newsdetik

Penulis : fat

%d bloggers like this: