web analytics

Ribuan Masyarakat Indramayu Pertanyakan Blt Hibah Bansos Yang Diduga Jadi Sarang Korupsi

Indramayu – Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk dalam 40 persen rumah tangga termiskin.

Bantuan sosial ini untuk menjaga daya beli kelompok masyarakat yang dianggap paling terdampak wabah virus corona baru (Covid-19).

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, mengatakan, pemerintah sudah memiliki daftar 15,2 juta masyarakat yang terdata di Kementerian Sosial sebagai penerima bantuan pangan nontunai (BPNT). “Sisanya, 14,1 juta lainnya sedang didata kembali,” kata Susiwijono dalam konferensi pers live streaming, di Jakarta kemarin..

Sedangkan untuk pencegehan dan penanganan Covid – 19 di Indramayu sendiri sekitar 50 Miliar yang dana tersebut merupakan dana hibah dari pelaksanaan Pilkada 2020.

Adapun jumlah dan rinciannya sekitar 50 miliar Dan di peruntukan untuk masing – masing dinas , Dinkes Indramayu -+17 miliar, dinas Ketahanan Pangan Indramayu -+25 miliar, Bpbd 6, 2 M, Pol PP 1,6 M, Dishub Indramayu 2,7 M. Masing – masing perdesa 10 jt dan ada penambahan lagi di kala ada pasien yang positif ODP.

Dan masing – masing untuk masyarkat Indramayu sendiri per KK akan mendapatkan Rp 500 rb ( 350 berupa sembako dan Rp 150 rb berupa uang tunai/Juksung tidak melalui Pemerintah Desa/Juklak dan juknis di atur oleh Dinas Ketahanan Pangan Indramayu).

Hal ini mungkin akan menjadi sarang Korupsi Berjamaah untuk Pemda Indramayu kalo tidak secepatnya di realisasikan untuk dampak ekonomi Covid-19. Mari bersama kita awasi jangan sampai di salahgunakan. (Ato /PB).

%d bloggers like this: