web analytics

Polemik Data Penerima Manfaat Covid-19 Buat Masyarakat Tidak Percaya Terhadap Sistem Informasi Yang Ada

Indramayu – beberapa kutipan dari berbagai sumber melalui Media Sosial Dinsos Bagaimana Sudahkah Bekerja hari ini? Bukan Hanya Kuwu, kades Ataupun Lurah Yang Bertanggung Jawab Dan Dipersalahkan atas hari ini.

Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) dinamai dengan SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang terdiri dari beberapa komponen yaitu pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyimpanan data kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan. Dengan aplikasi ini, diharapkan berbagai program bantuan sosial kesejahteraan tepat pada sasaran sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data kemiskinan yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Kemensos bersama Pemerintah Daerah.

Pelaporan pendaftaran, atau perubahan data dilakukan secara berjenjang dari tingkat pedesaan/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kotamadya, gubernur, sampai pada Menteri Sosial, Kemudian, data kemiskinan yang telah diverifikasi dan divalidasi itu akan ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data terpadu yang dapat dipergunakan oleh kementerian/lembaga terkait untuk penanganan kemiskinan.

Sampai hari ini fakta di lapangan data penerima manfaat atas dampak Covid-19 masih sangat rancu dan tumpang tindih, pada akhir nya hanya akan merepotkan birokrasi di tingkatan bawah.

Kalau memang Pemda ( Pemprov Jabar ) dalam hal ini melalui Dinsos dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu masih beralasan persoalan data bagi saya ini hanya sekedar alasan klasik, kalau memang terpaksa saya akan gandeng Lembaga berwenang untuk secepatnya menyelesaikan persoalan ini. (Ato /PB )

%d bloggers like this: