web analytics

Pungli dan Intimidasi di TPST Bantar Gebang

Bekasi – Hari raya idul fitri tahun 2020 atau 1 syawal 1441.H telah berlalu. Namun masih menyisakan persoalan di TPST Bantar gebang Bekasi. Pasalnya ada sejumlah karyawan TPST yang di duga telah menjadi korban penyunatan uang gaji dan uang Tunjangan Hari Raya (THR) mendapatkan tekanan dan intimidasi untuk membungkam agar kegiatan tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum staff yang bertanggung jawab di TPST tidak terbongkar.

Hal itu bermula ketika salah satu karyawan sekaligus korban yang minta di rahasiakan identitas nya menceritakan kepada SNP, bahwa pada hari rabu tanggal 24 juni sejumlah karyawan di minta keterangannya oleh kasubag TPST bantar gebang bekasi.korban menuturkan ketika pak rizki (Kasubag TPST-red) meminta keterangan satu-persatu terhadap kami yang berjumlah kurang lebih 15 karyawan sebelum ber kembang menjadi 19 orang, yg di duga telah menjadi korban penyunatan uang gaji dan uang THR, para karyawan tersebut awalnya mengakui adanya tindakan tersebut.

Namun di hari yang sama hanya berselang hitungan jam, bapak (Kasubag TPST-red) melakukan pertemuan dengan bu Aam (Bendahara TPST -red), dan mengumpulkan kembali karyawan korban tersebut dan kami di minta untuk tidak membocorkan adanya pungutan tersebut, jika tidak kami di ancam akan di keluarkan dari pekerjaan, sehingga hari esok nya yaitu kamis 25 juni 2020, perwakilan karyawan yang di panggil ke dinas Lingkungan Hidup (LH) di Jakarta dalam rangka klasifikasi, perwakilan kami terpaksa mengikuti arahan nya. Se olah-olah tidak ada perbuatan penyunatan uang gaji dan uang THR tersebut, tutur korban.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada kepala TPST Bantargebang melalui pesansingkat whatsaap, Asep kuswanto mengatakan Iya pak.supaya bisa saya tindak staff saya yg coba-coba melakukan tindakan kriminal sepeti itu, Tks pak utk infonya,kata asep. Rizki selaku kasubag TPST yang menangani kasus ini ketika di konfirmasi via selulernya tidak memberikan jawaban. (Hff)

%d bloggers like this: