web analytics

Di Sinyalir Tanah Eks Hotel Garuda di Perjual Belikan

Bogor SNP – Tanah eks hotel garuda yang berada di Desa Cileungsi Kidul Kec. Cileungsi Kab. Bogor tidak henti-hentinya menjadi perhatian anggota masyarakat. Setelah kejadian beberapa tahun yang silam hotel garuda di jarah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kemudian di gali tanah merahnya berkali-kali hingga terjadi penutupan galian tanah merah oleh Ditjen GAKUM Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Kini info yang berhasil dihimpun Wartawan SNP tanah eks hotel garuda ramai diperjual belikan oleh oknum-oknum untuk memperkaya diri sendiri dengan dalih jual garapan.

Adanya dugaan telah terjadi jual beli tanah eks hotel garuda dengan modus jual garapan dibuktikan dengan banyaknya berdiri Bangunan Liar (Bangli) di tanah eks hotel garuda.

Oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi pandemic Covid-19 berbisnis illegal dengan modal patok-patok mengklaim tanah eks hotel garuda sebagai miliknya, sehingga berani melakukan transaksi illegal dengan modus jual garapan. Sesuai informasi yang didapat SNP, salah satu transaksi illegal dilakukan oleh seorang pengusaha Suk, dengan membeli garapan terhadap “I”.

Dengan nilai transaksi 17 Juta, yang 15 Juta diberikan kepada “I” sedangkan yang 2 Juta diberikan kepada Makelar. Menurut keterangan Suk tanah tersebut dipergunakan untuk usaha jual beli kemasan.

Dilokasi tanah eks hotel garuda jelas terpampang plang segel Ditjen Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, akan tetapi oknum yang diduga ‘Maruk’ (Manusia rakus Red) tidak perduli dengan adanya larangan melakukan kegiatan di lokasi.

Harapan anggota masyarakat, agar aparat penegak hukum, aparat pemerintah setempat melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan liar yang ada di tanah eks hotel garuda dan juga meminta keterangan kepada pemilik bangunan liar, pelaku jual beli garapan, bila perlu menangkap oknum-oknum pelaku jual beli dengan modus jual garapan bila perlu menyeret mereka ke meja hijau.

Masyarakat menunggu tindakan tegas aparat penegak hukum dalam menyikapi tanah eks hotel garuda yang diperjual belikan. (Tim)

%d bloggers like this: