web analytics

Parade Traktor dan Lomba Rias Tumpeng, Menyemarakan Acara Guar Bumi di Desa Sidamulya

Subang – Parade Merias Traktor dan Lomba Merias Tumpeng, Menyemarakan acara Guar Bumi atau Ruat Bumi di Desa Sidamulya Kecamatan Cipunagara Subamg Jawa Barat.

Warto Kepala Desa Sidamulya melalui Rudi (34) Sekretaris Desa kepada swaranasionapos mengatakan, Guar Bumi atau Ruat Bumi merupakan adat masyarakat disini sejak lama, dan sudah menjadi adat disetiap musim mau turun nyambut (sunda) mulai tanam Padi, mereka selalu mengadakan kegiatan tersebut.

Menurut Rudi, kegiatan ini adalah hal yang di anggap Sakral oleh sebagian warga, kerena didalamnya ada banyak kegiatan yang harus mereka lakukan, salah satunya, Prosesi syukuran yaitu tanda dimulainya kegiatan dan acara itu di Pimpin oleh Tetua Adat, setelah acara syukuran selesai, dilanjutkan dengan arak-arakan (sunda) Pawai keliling Kampung atau Desa, setiap kampung yang dilewati warga setempat akan menyambut dengan menyiram mereka dengan air kembang yang sedah dipersiapkan sebelumnya.

(memandikan pejabat yang ikut ngarak) mereka satu persatu akan di siram oleh air Kembang siraman dimulai Kepala Desa, Ibu PKK semua Aparatur Pemerintahan harus disiram, dengan harapan ketika olah lahan dimulai mereka berharap ada Hujan yang turun dan dapat mengairi Tanaman baik Padi ataupun palawija seperti.Kacang Panjang, Terong, Paria dan lain -lain. Ujarnya.

Rudi lebih jauh memjelaskan acara ruat bumi tahun ini lebih meriah dari sebelumnya, karena ada Lomba Merias Traktor dan Tumpeng. (Nasi Kuning). Hal ini mendapat ufresiasi dari semua warga karena dengan kegiatan ini karya mereka merasa diperhatikan. Katanya.

Lain lagi Maswa (55) Ketua LPM yang sekaligus sebagai Panitia Ruat Bumi, mengatakan, iring-iringan Rias Traktor di ikuti sedikitnya 25 Peserta, dan Rias Tumpeng 15 Peserta, sementara lanjut kang Mas panggilan akrabnya Ketua LPM red. Kriteria yang dinilai oleh Panitia salah satunya bahan yang digunakan merupakan hasil dari pertanian seperti Singkong, kacang panjang, Paria Terong, Pisang dan yang menjasi Juara adalah mereka yang punya Kreasi dan inovasi berdasarkan karya Budaya Kearifan Lokal. Ungkapnya. (ita.g)

%d bloggers like this: