web analytics

Bupati Sidak THM “Panti Pijat Masih Buka”

Bekasi – Terkait Peraturan Bupati Bekasi No.360/SE-03/BPBD tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam upaya pengendalian penyebaran Corona Virus Disese 2019 (Covid19) pada sektor Jasa Usaha dan Kepariwisataan serta Hiburan dan Perdagangan di Kabupaten Bekasi, hal ini Muspida Kabupten Bekasi telah melakukan Penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) di Wilayah Kabupaten Bekasi.

Namun disayangkan Bupati Bekasi, H.Eka Supria Atmaja bersama Kapolres dan Dandim beserta jajaran Satgas Covid-19 telah melakukan Sidak dan Penutupan THM secara paksa di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tapi Panti Pijat masih saja buka.

Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja mengatakan, bahwa malam ini Saya bersama Kapolres dan Dandim serta jajaran Satgas Covid-19 telah menutup kegiatan Tempat Hiburan Kartika di wilayah Kawasan Industri MM 2100, Kecamatan Cikarang Barat,” kata H.Eka (12/1).

H.Eka Supria Atmaja menjelaskan,Tempat Hiburan Diskotik Kartika telah melakukan pelanggaran, karena tidak mengindahkan intruksi dari surat edaran yang telah di keluarkan, terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” jelas H.Eka.

“Penutupan Tempat Hiburan Malam (THM), tentunya bukan hanya di Kartika saja, melainkan di tempat- tempat hiburan malam yang lainnya akan di tutup.

H.Eka Supria Atmaja menegaskan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Satgas Covid-19 tidak akan main-main terhadap hal ini, karena perlu kita ketahui bersama-sama Pandemi Covid-19 belum berakhir dan Saya mengharapkan agar semua pihak dapat bersama-sama melawan Pandemi Covid-19/Corona, apabila Pengusaha THM melanggar peraturan, maka Pemerintah Daerah akan bertindak tegas baik pada sektor Jasa Usaha maupun Kepariwisataan serta Tempat Hiburan Malam dan Perdagangan, bahwa Saya menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama mentaati Protokol Kesehatan yaitu 3-M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak,” tegas H.Eka.

Ditempat terpisah, Pengusaha THM yang namannya minta di lindungi mengatakan dengan adanya Penutupan Tempat Hiburan Malam (THM), hal ini dapat kami menduga Bupati Bekasi H.Eka telah melakukan pembelengguan dan tembang pilih kepada Pengusaha THM, karena Panti Pijat masih saja buka, kalau ini dilakukan terus-terusan maka kami sebagai Pengusaha THM akan terbelenggu demi kehidupan,” kata Pengusaha yang namanya minta dilindungi.

Masih kata Pengusaha THM, dengan adanya Peraturan Bupati yang membelenggu Kami sebagai Pengusaha THM, dapat kiranya Pertuaran Bupati di kaji ulang kembali, karena Peraturan Bupati masi ada yang tembang pilih akibat adanya Covid-19, bahwa Panti Pijat yang bersentuhan dengan tangan manusia saat melakukan Pemijatan tidak di lakukan penutupan oleh Satpol PP adanya Covid-19 / Virus Corona, kami sebagai Pengusaha THM belum mengetahui seperti apa bentuk Covid-19/Corona selama ini, karena sebelum ada Peraturan Bupati usaha kami tetap buka, sebab belum ada yang tertular Covid-19,” ungkap Pengusaha dengan mengeluh usahnya terbelenggu oleh Bupati. (Jul)

%d bloggers like this: