web analytics

HPN Bekasi Menjadi Bola Panas

Bekasi – Para insan Pers di Bekasi mengaku kecewa terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi yang terkesan menganak tirikan wartawan, di hari perayaan Hari Pers Nasional yaitu Hari bersejarah bagi para Insan Pers untuk merayakan HPN ke -75 menjadi bola panas, karena salah satu Organisasi Wartawan yang diduga terkesan ingin mendominasi dan menguasai anggaran Pemerintah Derah untuk kegiatan HPN.

“Kami insan Pers kecewa selama beberapa tahun ke belakang ini, bahwa lokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke -75 Tahun 2021 tidak transparan dan terkesan beberapa oknum Organisasi wartawan ingin menguasainya, padahal HPN adalah milik semua masyarakat Pers Indonesia dan Pengusaha Media, semua masuk kategori Insan Pers,” kata Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) perwakilan Bekasi Raya, Doni Ardon saat ditemui wartawan Sabtu (13/02).

Doni menjelaskan, bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi belum pernah membantu peringatan HPN di Bekasi, yang ada hanya sebatas membantu kegiatan salah satu Organisasi kewartawan dalam rangka mengikuti pelaksanaan HPN di tingkat Nasional,” jelas Doni

Walaupun saat Pandemi Covid-19, anggaran HPN terkesan dikaburkan, “Saya tanyakan hal ini ke Diskominfo, katanya tidak diusulkan oleh Humas Pemkab Bekasi, padahal jelas-jelas Kabag Humas saat itu bang Surya yang mengarahkan kita untuk mengajukannya ke Bupati Bekasi setahun sebelum kegiatan dilaksanakan dan agar ditembuskan juga ke Ketua DPRD, Kepala Bappeda dan Kepala Diskominfo,” ungkap Doni Ardon Ketua Serikat Media Siber Indonesia.

Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, terlebih jika mengingat besarnya harapan Insan Pers Bekasi Raya untuk dapat merayakan HPN ke – 75 bersama-sama seperti yang dilakukannya pada perayaan HPN tahun 2019 dan 2020,” papar Doni.

“Karena HPN ini bukan milik salah satu Organisasi wartawan, tapi milik semua masyarakat Pers Indonesia, walaupun tanggalnya bertepatan dengan hari lahir PWI, itu sebatas penghormatan dari Presiden terhadap Organisasi wartawan tertua di tanah air, “tapi harap diingat bahwa HPN ini milik semua masyarakat Pers Indonesia, bukan salah satu Organisasi,” terang Doni.

Dirinya mengakui prihatin dengan kondisi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun ke belakang, hal itu pula yang menjadi alasannya menggelar HPN di tahun 2019 dan 2020 menggunakan dana pribadi.

“Adapun tahun 2021, HPN tingkat Bekasi akan tetap digelar kembali bersama-sama Insan Pers Bekasi Raya lainnya, dikarenakan kondisi Pandemi maka Insan Pers yang diundang hanya Pengurus Organisasi ke Wartawan dan Komunitas Pers.

Terkait hiruk pikuk Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi yang menjadi bola panas, Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Bekasi, Irwan A saat diminta tanggapan terkait tidak adanya bantuan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi pada HPN Tahun 2021, mengemukakan, bahwa kalau memang dana HPN dialokasikan Pemerintah, coba jelaskan alokasinya kemana selama beberapa tahun ke belakang ini dan siapa oknum yang menerimanya?, karena yang Saya ketahui selama dua tahun ke belakang kegiatan HPN Bekasi Raya digelar menggunakan dana pribadi Ketua SMSI dan dana patungan rekan-rekan dengan jualan Voucher di Tahun 2019 dan jualan Kaos di Tahun 2020,” jelas Irwan.

Lanjut Irwan, bahwa peran Pers sangatlah dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah sebagai sarana komunikasi dan media informasi (Komunikator dan Informator) yang penting bagi masyarakat dan dibutuhkan Pemerintah, Polri dan TNI,” begitulah kura-kura,” pungkas Irwan.  

Julham Wartawan Radarnusantara.com Kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa dalam peringatan Hari Pers Nasional ke -75 Tahun 2021, bahwa akan bergabung dengan SMSI Bekasi Raya untuk bertransformasi dengan agenda Lounching Kampung Tangguh Binaan Batalyon D Kesatuan Brimob Polda Metro Jaya dan Desa Wisata Bumdesa Hegarmukti Lestari,” kata Julham.

“Tentunya ini merupakan inisiatif bagus dan prestasi terbesar bahwasanya peran serta Pers dapat dirasakan tidak hanya di kalangan Pemerintah saja, tetapi juga Polri dan TNI adalah sebagai mitra kerja Pers,” jelas Julham.  

“Bahwa dirinya dan Insan Pers Bekasi lainnya mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi yang tidak dapat membantu acara peringatan Hari Pers Nasional yang ke – 75 tahun 2021 tingkat Bekasi Raya,” ungkap Julham.

“Saya mendengar kabar bahwa terjadi kegaduhan di Internal Organisasi yang kerap memanfaatkan Dana HPN bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi maupun Kota Bekasi, hal ini sungguh memalukan dan memprihatinkan menjadi bola panas,” pungkas Julham. 

“Walaupun Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi tidak dapat membantu dalam acara peringatan Hari Pers Nasional yang ke -75, hal ini dapat diduga bahwa Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten Bekasi Alergi kepada para Insan Pers, maka ini menjadi suatu bentuk ke kecewaan Insan Pers kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi,” paparnya. (Jul)

%d bloggers like this: