web analytics

Bandar Sabu Sekaligus Residivis Bersenjata Api di Tembak Mati

Pasuruan – Sekali berburu Anggota Satreskoba Polres Pasuruan berhasil menangkap 3 tersangka dan satu tersangka dikirim ke Akhirat akibat melawan petugas Kepolisian saat dilakukan penggrebekan.

Sebelumnya petugas memberikan tindakan tegas terukur kepada seorang bandar sabu. Dari informasi yang di peroleh bandar sabu tersebut dengan inisial B alias A atau biasa disapa Abah dan Boy. Dia merupakan warga asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.Dia ditangkap di daerah Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/4) pagi dini hari.

Ketika hendak diamankan di tempat tinggalnya tersebut, Arip memilih melarikan diri ke belakang rumahnya. Dia memasuki wilayah hutan.

Tak mengenal menyerah petugas kemudian terus memburunya. Saat itu petugas lanjut memberikan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara sebanyak enam kali.

Namun, A tetap tidak menghiraukan peringatan petugas ini. Dia justru berusaha menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam jenis kujang.Polisi akhirnya terpaksa melumpuhkan A dengan ditembak pada bagian kaki. Saat tertembak itu A langsung terjatuh dan tubuh terduga pelaku membentur bebatuan.

Setelah itu petugas kemudian mencoba membawanya ke rumah sakit Bhayangkara di Porong, Sidoarjo. Namun, sayang nyawanya tidak tertolong.Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan S.IK membenarkan adanya peristiwa ini.

“Ditangkap tiga tersangka di tempat terpisah. Dua hidup, satu meninggal ditembak karena melawan,” ujarnya.

Dari tersangka A petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti 73 gram sabu, dan satu kardus klip untuk wadah sabu. Selain itu ada juga 13 STNK, 2 BPKB. Sementara untuk senjata api yang ditemukan yaitu sebuah senapan angin kaliber 5,5 mm, satu pistol rakitan dan tujuh butir peluru kaliber 32.

“Dan ada lima sajam,” imbuh perwira dengan pangkat dua melati ini. Kata Kapolres PasuruanSelain bandar sabu – sabu, pelaku memiliki jejak rekam kejahatan lain sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan.

Tertangkapnya A ini setelah dua pelaku lain dengan inisial IM dan S tertangkap sebelumnya lebih dahulu. Ujar Rofiq. (Taufik)

%d bloggers like this: