web analytics

H.Amirudin : Bumdes Sebagai Penyangga Ekonomi

Subang – Desa menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa dan program pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

Tujuan BUMDes seperti dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah, meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

Selain itu juga mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga, menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa.

Untuk itu pendirian BUM Desa harus berorientasi pada kepemilikan bersama (pemerintah desa dan masyarakat), tidak hanya memberikan manfaat finansial (pajak, pendapatan asli desa) tetapi juga manfaat ekonomi secara luas (lapangan kerja, ekonomi berkelanjutan, dan lain-lain).

Seperti halnya keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sauyunan Desa Kasomalang Kulon Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang.

Komisaris BUMDES Sauyunan Desa Kasomalang Kulon Kecamatan Kasomalang H.Amirudin S.Pdi. saat dikonfirmasi, Senin (17/05) mengatakan, bahwa Bumdes ini di ciftakan sebelum Pandemik covid 19 terjadi, BUMDES ini adalah sebagai penyanggah kekuatan Pendapatan Asli Desa (PAD) artinya, untuk lebih meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat desa, Ujar Komisaris Bumdes Sauyunan H. Amirudin.

Hal ini di ibaratkan , seperti negara membuat BUMN, Kabupaten membuat BUMD, Desa di tuntut harus membuat BUMDes, setelah adanya wabah covid 19 ini anggaran itu di pokuskan ke beberapa hal, yakni di alokasikan ke BLT, DD, penanganan covid, juga di alokasikan ke BUMDes dan PKT, artinya dengan anggaran tersebut kita harus serius bukan asal membangun, dan bukan asal menerapkan BUMDes, bagai mana caranya agar, membagun Bumdes dan PKT menjadi sebuah pembagunan untuk masa depan ,” terangnya.

Menurutnya, bahwa setelah usai covid 19 ini kita di hadapkan kepada krisis secara ekonomi, sehingga kita menciptakan beberapa aitem untuk penyanggah ekonomi masyarakat yakni , seperti kedai Desa atau angkringan, mobil odong- odong warawiri, mobil odong- odong ini berpenghasilanya sampai 1 juta rupiah per hari,” Katanya.

H. Amirudin menjelaskan pihaknya, saat ini sedang membuka potensi destinasi wisata alam air terjun atau Curug Purut dan Curug wayang di dalamnya yang mengelola adalah Bumdes, kita ciptakan bahwa Bumdes sebagai penyangga ekonomi, Bumdes itu sama bentuknya dengan perusahaan serta di dalamnya ada Komisaris, Badan pengawas, Direktur dan juga ada unit Usaha, kita sudah beberapa kali menciptakan produk yakni, kaos wayangan sebanyak 1500 kaos itu di beli oleh masyarakat Kasomalang kulon baik di dalam maupun di luar Desa melalui online, dari semua usaha masyarakat Desa, kita ciptakan Desa Mart dan Kedai Desa serta beberapa usaha untuk majunya ketahanan ekonomi masyarakat desa,” Sambungnya.

Dia berharap kedepan Desa Kasomalang Kulon kita membuka peluang destinasi wisata alam Curug purut dan curug wayang bekerja sama dengan semua pihak, di dalamnya ada Bumdes juga artinya Bumdes berperan aktif di berbagai hal Usaha,” Pungkas H. Amirudin. (Sun)

%d bloggers like this: