web analytics

Disinyalir Pembebasan Tanah Kapling Buah Cikalong PT. Bumi Raya Cikalong Dikelola Mafia Tanah

Cianjur – Pembebasan Lahan Kapling Buah Cikalong disinyalir menggunakan praktek-praktek illegal yang mengarah kepada spekulasi dan manipulasi yang diduga dilakukan oleh Oknum-oknum yang bermain dalam pembebasan lokasi Kapling.

Ironis memang perusahaan yang mengklaim sistem kapling syariah namun dalam praktek pembebasannya memakai dengan cara yang melabrak aturan, baik aturan negara maupun aturan syariah. 

Peristiwa ini bermula dari ditemukannya beberapa tandatangan palsu dalam Surat Pelepasan Hak atas tanah garapan warga masyarakat petani penggarap seluas kurang lebih 12 ha tersebar di Kampung Empang Ciawitali Halimun Kebon Es Desa Mekarjaya Cikalongkulon Cianjur. 

Setelah melakukan penelurusan team wartawan mewawancarai warga petani penggarap sebagaimana yang tercantum dalam SPH mereka mengaku tidak merasa menandatangani, melepaskan, mengoveralihkan, atau menerima pembayaran dari pihak perusahaan kapling buah Cikalong. 

Dalam hal ini PT. Bumi Raya Cikalong, warga mengaku sangat kecewa atas peristiwa ini dan merasa tidak dihargai hak lokasi garapannya yang dioperlalihkan secara sepihak, tidak dibayar tidak pernah dimintai tandatangan namun di SPH kan lokasinya secara diam-diam diproses permohonan Sertifikat kepada Pemerintah/ Instansi terkait

Bahkan ada warga yang ketika di wawancarai oleh wartawan mengaku kaget bahwa tanah Sudah Sertifikat Hak Milik an. Bosnya seluas 2 Ha dijual dan dikaplingkan oleh pihak PT. BRC padahal Bosnya ketika diberitahu lahannya ada yang membangun mengaku tidak pernah menjual lokasi tersebut kepada pihak BRC.

Sementara itu wartawan mencoba menemui Direktur Utama PT. BRC Yaya Sunarya dikediamannya untuk mengkonfirmasi perihal permasalahan pembebasan tanah ini tidak ada ditempat, kemudian dicoba konfirmasi melalui pesan WA beberapa kali tidak pernah memberikan tanggapan atau jawaban.

Adapun yang memberikan jawaban dari pihak PT. BRC adalah pak Iwan/ Ciwo ketika dimintai konfirmasi terkait SPH tersebut menyatakan mengaku bahwa SPH tersebut benar sedang kita proses bukan abal abal, hal ini bertentangan dengan hasil konfirmasi dari pihak Pjs. Desa Mekarjaya Yayan Royani S.ip dan Camat Cikalongkulon menyatakan bahwa SPH tersebut Cacat Hukum dan akan dibatalkan atau tidak diteruskan prosesnya. (Tim)

%d bloggers like this: