web analytics

Simpanan Nasabah Tidak Bisa Cair Koperasi Jaya Abadi Terancam Dilaporkan Ke Polisi

Cilacap – Ratusan pedagang Pasar Palem Gading Cilacap nasabah Koperasi Jaya Abadi Cilacap,berencana menempuh jalur hukum lewat bantuan pengacara untuk menuntut hak mereka. Hal tersebut dipicu karena simpanan mereka senilai kurang lebih Rp 6 Miliar di koperasi pasar tersebut karena tak bisa dicairkan.

Menurut Soni warga RT 02 RW 04 Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan Cilacap, salah satu nasabah menjelaskan ,bahwa dirinya sudah mulai kesulitan mengambil uang yang ditabung di koperasi pasar Palem Gading tersebut.

Soni curiga ketika tabungan yang akan diambil sebelum bulan puasa lalu, tidakk bisa dicairkan.

“Saya ikut anggota koperasi sekitar tiga tahunan, pas tahun kemarin sebelum puasa saya mau ambil uang, tapi katanya tidak ada uang dan suruh menunggu pinjaman dari bank lain,” katanya, Rabu (2/6) sore.

Soni menjelaskan, bahwa dirinya memiliki tabungan di koperasi tersebut senilai Rp 730 juta, namun baru dapat diambil Rp 110 juta sedangkan kini sisanya yang belum bisa diambil senilai Rp 620 juta sebelum bulan puasa lalu.

“Saya ngikut satu suara dari anggota Koperasi Jaya Abadi. Memang harus ada langkah hukum dan titik terang juga kejelasan, baik secara hukum dan perdatanya. Inginnya uang kembali 100%,” ungkapnya.

Pengacara Deni Hendrawan mengatakan, permasalah hukum atas kasus ini sudah jelas dan korbannya sudah banyak.

“Mereka benar-benar korban yang harus dilindungi haknya. Kalau memang mutlak mereka bisa membuktikan telah menanamkan uangnya di koperasi tersebut, ya harus dikembalikan,” tegasnya.

Menurutnya, langkah upaya hukum ini terus dijalankan, tidak hanya sebatas pada pelaporan pidana, tetapi secara pidata tetap akan dikejar.

Lebih lanjut, pihaknya bersama Tim siap membantu para pedagang selaku untuk melaporkan ke kepolisian, baik secara pidana maupun perdata.

“Ini baru rencana akan dilaporkan, karena kemarin infonya banyak intimidasi, sehingga kita berkumpul disini untuk mendengarkan secara langsung benar tidaknya intimidasi itu bahwa kalau laporan, uangnya tidak kembali dan mereka meminta kepada Tim kami untuk menangani perkara ini dan kita siap,” ujarnya.

Sementara itu fasilitator, Kusno Sujarwadi mengatakan, bahwa para pedagang yang rata-rata berumur di atas 50 tahun tidak paham dengan permasalahan hukum.

Lebih lanjut, menurutnya, para pedagang yang merupakan nasabah dari Koperasi Jaya Abadi tersebut mendapat intimidasi, sehingga takut untuk melapor.

“Saya membantu pemahaman hukum dengan mempertemukan pengacara dan para pedagang. Sehingga setelah para pedagang memahami upaya hukum yang akan ditempuh, selanjutnya mereka akan menggugat dan melaporkan koperasi tersebut kepada penegak hukum,” kata Kusno.

Dia menjelaskan, dari data audit ada sekitar Rp 6 milyar dari total  250 orang anggota koperasi Jaya Abadi, uang tabungan disetor setiap hari dari hasil berjualan.

“Yang jelas kolepnya sudah tiga tahun dan sudah dua tahun terakhir sudah sama sekali tidak jelas dan keberadaan pengelola, pengepul mereka sudah jarang terlihat, “ungkap Kusno. (JAS)

%d bloggers like this: