web analytics

Antusiasme Masyarakat Dusun 13 Sirahu Dan Sediginan Desa Selat Beting, Kec. Panai Tengah Kab. Labuhan Batu Prov. Sumut. Bergotong Royong Guna Mewujudkan Pembangunan Swadaya Masyarakat

Labuhan Batu – Setelah di konfirmasi salah satu kepengurusan swadaya masyarakat dusun 13 sirahu Desa Selat beting yaitu saudara Pipin Simamora sebagai Bendahara tentang terlaksananya pembagunan swadaya dusun tersebut yaitu penimbunan jalan mengunakan sertu serta perbaikan jembatan yang suda rusak yang tidak bisa di lalui kendaraan roda empat/mobil selama ini.

         Terkait degan pembiayaan atau anggaran pembangunan tersebut, kepengurusan menuturkan biaya tersebut didapatkan dari kutipan /potongan hasil pertanian sawit masyarakat senilai Rp20/kg, untuk waktu yang tidak di tentukan. Rencana itu di laksanakan mulai awal bulan Februari tahun 2021 setelah di adakan musyawarah oleh masyarakat setempat.

        Setelah di konfirmasi kembali apakah pembiayaan ini di bantu oleh pemerintah Desa? Tegasnya “Tidak” beliau menyatakan ini murni uang dari swadaya masyarakat dan masyarakat lah yang berhak untuk menentukan anggaran ini mau di kemanakan seperti apa, mau maju atau mundur.” Ujarnya.

         Setelah di konfirmasi kembali apa yang memotivasi warga di sini melaksanakan pembangunan ini masyarakat menuturkan “Karena lambat nya pembagunan kedaerah kami ini dari tahun ke tahun begini gini saja, bila musim hujan jalan hancur berlobang dan berlumpur susah di lalui kendaraan roda dua bahkan pejalan kaki bahkan anak anak sekolah susah berangkat ke sekolah karena jalanan berlumpur atau akses hampir lumpur. Siapa tahan seperti ini terus, menunggu pemerintah, sampai kapan? Ekonomi kami hancur gara gara jalanan seperti ini anda bisa bayangkan itu, tegas warga setempat.”

         Kemudian sambung salah satu warga menjawab “Sekarang saudara sudah bisa lihat setelah terlaksananya Swadaya masyarakat di dusun kami ini mobil truck bermuatan sudah bisah masuk ke kampung kami ini, kan luar biasa luar biasa kalau nungu nungu pemerintah Desa sampai kapan? Mau sepuluh atau dua puluh tahun lagi, itu pun belum tentu”

         Namun seperti itu warga berkata, untuk kedepan nya kami berharap ke pada pemerintah, khususnya Desa untuk lebih memperhatikan pembagunan Desa ini khususnya akses ke dusun kami ini. Guna mewujudkan masyarakat yang adil, Makmur dan sejahtera”. Ujarnya. (Carles Hutasoit)

%d bloggers like this: