web analytics

Buruh Mogok Kerja Terkait Gaji, Disnaker Sidoarjo Ingatkan PT Supra Surya Indonesia Bisa Diperiksa !!!

Sidoarjo – Sebanyak 93 Buruh PT Supra Surya Indonesia (PTSSI) yang tergabung dalam Serbumusi, tercatat hampir sebulan mogok kerja. Akibat keengganan PTSSI memenuhi permintaan buruh untuk berunding dalam menyelesaikan beragam permasalahan yang ada antara Buruh dan PTSSI.

Sampai Minggu (9/8) sebanyak 93 buruh PTSSI tetap bersikukuh untuk tetap melanjutakan mogok kerja. Mereka mogok sejak 12 juli 2021, rencananya mogok ini akan dilaksanakan sampai 28 agustus 2021.

“Pihak Perusahaan (PTSSI) tidak bersedia berunding dengan kami untuk menyelesaikan beragam permasalahan, serta adanya pelanggaran ketentuan normatif ketenagakerjaan, karenanya dengan terpaksa kami mogok” Kata Moch Iswandi ketua Sarekat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) GP LEP PTSSI lewat suratnya kepada Disnakertrans Propinsi Jatim yang juga dimiliki media swara nasional.

Sebelum dilakukan mogok tercatat dua kali pihak buruh mengajukan permintaan untuk perundingan bi partit. “Pertama-tama pada tanggal 7 juni 2021 kami sampaikan permohonan perundingan surat, karena sampai seminggu tidak ada jawaban maka pada tanggal 15 juni 2021 kami kembali ajukan permohonan untuk perundingan namun tetap saja tidak ada tanggapan.” ujarnya menambahkan.

Lebih jauh buruh yang tergabung dalam Sarbumusi dalam surat tersebut juga menyatakan bahwa yang menjadi permasalahan adalah PTSSI sering bermasalahan dalam pembayaran gaji seperti keterlambatan gaji. “Kami meminta agar gaji yang terlambat tersebut segera dibayar beserta dendanya, selain itu kami juga meminta agar pesangon terhadap buruh yang di PHK dibayar sesuai kesepakatan. Adapun permasalahan  penting lainnya yakni tidak adanya surat pengangkatan pegawai tetap terhadap pegawai yang memenuhi syarat” ujar Moch Iswandi

Seminggu setelah mogok kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo merespon dengan memberi peringatan kepada PTSSI agar secepatnya menyelesaikan permasalahan yang ada, mengingat peristiwa mogok kerja bersamaan dengan adanya wabah pandemi Covid 19. “Agar ada kepastian, secepatnya pihak buruh dan pengusaha agar melaksanakan musyawarah kekeluargaan secara bipartite terkait tuntutan buruh” kata Fenny Apridawati, Kepala Disnaker Sidoarjo dalam surat peringatannya 

Lebih jauh ia menyatakan bahwa apabila musyawarah kekeluargaan tersebut gagal atau tidak ada titik temu, maka para pihak atau salah satu pihak segera mencatatkan penyelesaian ke Dinas Tenaga Kerja kabupaten sidoarjo untuk diselesaiakan sesuai ketentuan UU No 13 2003 dan UU no 2tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial

Selain itu Kadisnaker Sidoarjo juga mengingatakan kepada PTSSI bahwa tuntutan serikat pekerja  atau serikat buruh termasuk tuntutan normatif, sehingga dapat dilaporkan secara tertulis kepada pengawas ketenagakerjaan Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Adanya mogok kerja tersebut, dalam surat PTSSI kepada buruh menyatakan bahwa semua tuntutan buruh akan diupakan untuk diselesasaikan. “Sekarang ini musim pandemic Covid-19 patut disyukuri PTSSI tidak melakukan pemutusan hubungan kerja, sekalipun terlambat tetap ada upaya untuk membayar gaji pegawai. Selain itu kami berjuang untuk membuat cashflow perusahaan pulih” kata Steven Johanes selalu direktur utama PTSSI.

Sementara itu sumber-sumber media ini menyatakan bahwa di PTSSI sejak lama ada permasalahan. Lebih jauh sumber tersebut menyatakan bahwa pembayaran upah sesuai UMK kabupaten Sidoarjo saja, baru baru ini saja dilaksanakan, itupun setelah serikat pekerja mengadakan tekanan. Upah sesuai UMK 2021 baru dilaksankan setelah ada pertemuan antara Sarbumusi  dengan pihak PTSSI pada 29 juni 2021.

“Betapa keji PTSSI setelah tahun 2021 berjalan 6 bulan baru melakukan pembayaran upah sesuai dengan UMK 2021, bila sampai diperiksa pengawas ketenagakerjaan bisa berujung pidana” terangnya sambil meminta agar tetap dirahasiakan namanya. (Yusuf)

%d bloggers like this: