web analytics

Tidak Mengindahkan Permendikbud No 1 Tahun 2021 Terkait PPDB, Inilah Penjelasan Bagian Humas SMPN 2 Pagaden

Subang – Sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap bidang pendidikan untuk mengurangi beban masyarakat ditengah terpuruknya kondisi perekonomian saat ini akibat pandemi covid 19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuat peraturan yang melarang pemungutan biaya dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun 2021 bagi sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Pada Pasal 26 berbunyi, Tahapan pelaksanaan PPDB meliputi : (a) pengumuman pendaftaran, (b) pendaftaran, (c) seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran, (d) pengumuman penetapan peserta didik baru dan (e) daftar ulang.

Pasal 27 ayat 1 berbunyi, Dalam tahapan pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 : (a) sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang telah menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilarang memungut biaya, (b) sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilarang: 1. melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik, (2) melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.

Permendikbud tersebut seakan-akan tidak berlaku bagi peserta didik yang telah diterima pada PPDB di SMPN 2 Pagaden.

Pasalnya setiap peserta didik yang telah diterima dan akan daftar ulang dipungut biaya untuk siswa pria sebesar Rp.850 ribu/siswa dan siswa wanita sebesar Rp.950 ribu/siswa.

Salah seorang sumber yang memohon agar namanya dirahasiakan kepada swaranasionalpos.com mengatakan, saya juga sebagai orang tua murid kelas VII mengeluarkan biaya total nya sebesar Rp.850 ribu.

” Biaya tersebut untuk membayar pesanan kelengkapan sekolah seperti atribut, baju batik dan yang lainnya melalui koperasi sekolah, saya sendiri dari total biaya sebesar Rp.850 ribu belum dibayar semuanya”, jelasnya.

Sementara Ketua PPDB SMPN 2 Pagaden melalui Bagian Humas, Junaidi saat dikonfirmasi, senin (09/08/2021) mengatakan, membenarkan bahwa siswa kelas VII untuk pria sebesar Rp.850 ribu dan siswa wanita sebesar Rp.950 ribu, biaya tersebut diperuntukan pesanan kelengkapan sekolah seperti atribut (topi,dasi,logo dan ikat pinggang),
baju batik dan yang lainnya.

” Kalau panitia PPDB itu kewenangannya hanya sampai pengumuman hasil penerimaan siswa baru dan pembagian kelas, jadi untuk pesanan barang itu melalui koperasi sekolah dan juga saya tidak tau persis terkait rincian berapa harga atribut, baju batik dan yang lainnya dan saat ini SMPN 2 pada PPDB tahun 2021 menerina sebanyak 10 kelas dengan jumlah siswa per kelasnya sebanyak 32 orang”, tegas Junaidi.K.

( Sun )

%d bloggers like this: