web analytics

Pihak Keluarga Casmi Bertemu Dengan Ketua SBMI Di Rumah Pergerakan

Indramayu – Pihak keluarga Casmi yang wakili oleh Bapak Casman dan anaknya Musa yang didampingi tim dari redaksi Harian Umum Swara Nasional Pos bersilahturahmi kepada Ketua SBMI Cabang Indramayu di Rumah Pergerakan.

Ditemukannya Casmi (56) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu lebih tepatnya Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, langsung disambut hangat pihak keluarga. Pihak keluarga bahkan diketahui tak kuasa menahan bahagia setelah mendapat kabar tersebut. Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih kepada tim SNP.

Dalam penunturannya Juwarih mengatakan “berkat kerja keras SBMI ibu Casmi tidak lama lagi akan kembali ke Indonesia menunggu semua persyaratan yang diperlukan telah selesai diurus. Ibu Casmi diperkirakan pulang bulan Desember menunggu adanya pemutihan, imbuhnya.

Casmi pun sampai saat ini masih berada di Shelter KBRI Riyadh setelah dijemput paksa dari rumah majikan, didampingi oleh kepolisian setempat.

Keberadaan Casmi (56) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu yang hilang kontak selama 12 tahun di Arab Saudi akhirnya ditemukan. Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu,

Juwarih mengatakan, Casmi ditemukan bekerja di rumah majikan yang berbeda di wilayah kota Uwaiqilah Provinsi Perbatasan Utara Arab Saudi.

“Setelah bekerja di majikan pertama selama 4 tahun di Kota Hail, kemudian dipindah kerja ke majikan kedua di Kota Uwaiqilah, masih saudara majikan yang pertama,” ujar dia.

Juwarih menceritakan, di rumah majikan yang kedua, ia diketahui bekerja selama 8 tahun. Hanya saja, gaji Casmi selama 5 tahun di antaranya tidak dibayar. Masih disampaikan Juwarih, pihak KBRI pun sudah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak majikan. Saat itu majikan berjanji akan membayar gaji Casmi paling lambat pada Agustus 2021. Namun, sampai dengan batas waktu yang ditentukan, janji tersebut tidak kunjung ditepati.

Sehingga KBRI terpaksa melakukan penjemputan paksa dengan didampingi pihak kepolisian setempat. Kepada polisi, Casmi menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia dan tidak ingin kembali bekerja di rumah majikannya tersebut.

“Tapi majikannya itu sempat menahan, alasannya karena kalau mencari pekerja baru harus membeli lagi dengan harga mahal, jadinya ditahan-tahan,” ujar dia.

Kondisinya saat ini sudah aman di Shelter KBRI Riyadh setelah dijemput paksa oleh pihak kepolisian Al Uwaiqilah dari rumah majikannya.

Kata Juwarih, setelah perdebatan cukup lama oleh pihak KBRI dan desakan dari kepolisian, majikannya tersebut akhirnya mau memulangkan Casmi ke Indonesia.

Majikannya tersebut juga membayarkan sisa gaji Casmi yang tidak dibayar selama 5 tahun sebesar SAR 73.500 riyal Arab Saudi sekitar Rp 270 juta. “Diharapkan Casmi bisa segera dipulangkan, karena kendalanya saat ini karena jarangnya penerbangan di Arab Saudi, kendalanya di situ,” ujar dia.

Dalam silahturahmi pihak keluarga Casmi dengan Ketua SBMI Cabang Indramayu Juwahri beserta dengan pengurus lainnya berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan dan rasa Bahagia karena menurut penuturan pihak SBMI selama ini telah mencari ahli waris Casmi yaitu Musa yang merupakan anak kandungnya, “pucuk dicintai ulam pun tiba” harapan ketua SBMI Cabang Indramayu Juwarih terwujud dengan kedatangan tim SNP Bersama dengan Bapak Casman dan Musa.

Pihak keluarga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada tim SBMI Cabang Indramayu yang dikomandoi Bapak Juwarih, semoga perjuangan SBMI mendapatkan pahala yang berlimpah Ketika membantu orang-orang yang membutuhkan, ucap Musa. (Team)

%d bloggers like this: