web analytics

Dana BOS SMAN 1 Cianjur Layak di Pertanyakan

Cianjur – Pihak sekolah SMA Negeri 1 Cianjur disinyalir di Mark Up anggaran dana BOS Bantuan Operasional Sekolah, di beberapa komponen penyaluran sesuai dari laporan rekapitulasi yang disinyalir ada penyimpangan anggaran hingga ratusan juta.

Adapun jumlah dana BOS Bantuan Operasional Sekolah yang diterima SMAN 1 Cianjur pada tahun 2020 sebesar 2.000.850.000.00 Penerimaan Dana BOS Selama 1 Tahun Tahun 2020 Tahap 1 Sebesar Rp. 591.750.000.00, Tahun 2020 Tahap 2 Sebesar Rp. 789.000.000.00, Tahun 2020 Tahap 3 Sebesar Rp. 620.000.000.00.

Ada beberapa penyaluran dana BOS disinyalir layak di pertanyakan, seperti komponen untuk Membeli Buku Sebesar Tahap 2 Tahun 2020 Sebesar Rp. 93.884.950.00 komponen kegiatan Belanja Administrasi Kegiatan Sekolah pada tahap 1 Rp66.187.500.00, tahap 2 Rp 128.064.050.00 dan tahap 3 Rp 222.726.250.00 dengan jumlahRp. 416.977.800.00 disini pada tahun 2020 tahap 2 dan tahap 3 siswa sudah belajar darirumah daring.

Akibat pandemi Covid-19 tetapi sekolahan masih menganggarkan dana Belanja Administrasi Kegiatan Sekolah Ketika di konfirmasi media Harian Umum Swara Nasional Pos secara tertulis Nomor :108/SNP/I/2022 kegiatan di komponen no 2 kegiatanBelanja Administrasi Kegiatan Sekolah apa saja kegiatannya di masa pandemi covid19.Kepala Sekolah DR. Agam Supriyatna, M.M.PD menyampaikan bahwa Penggunaan DanaBOS Di SMA Negeri 1 Cianjur telah sesuai dengan Rencana Anggaran Keuangan yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor19 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan KebudayaanPenggunaan nomor 8 tahun 2020.

Lebih lanjut kepala sekolah mengatakan laporan keuangan Tahun 2020-2021 telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, laporan keuangan Tahun 2020-2021 telah dilakukan proses monitoring dan Evaluasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik IndonesiaBerdasarkan surat Tugas nomor. 2807/63/WS.00.05/2021.

Dan hasil pengelolaan Lembaga SMAN 1 Cianjur yang mengacu pada penggunaan Anggaran tahun anggaran sekolah menghasilkan beberapa prestasi siswa. Lebih lanjut Wartawan Harian Umum Swara Nasional Pos bertanya “Komponen Belanja Langganan Daya Dan Jasa, Adapun dananya sebesar Rp.452.953.840.00, dengan anggaran pada tiap tahapnya sebagai berikut Tahap 1Rp .130.850.000.00 Tahap 2 Rp 128.064.050.00 Tahap 3 Rp 222.726.250.00 Untuk komponen nomor 3 Belanja Langganan Daya Dan Jasa yang jumlahnya Rp 514.674.000 Dana yang dikeluarkan Rp 452.953.840.00 untuk Belanja Langganan Daya Dan Jasa,., patut di pertanyakan kebenaran realisasinya.

Di komponen pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dananya sebesar Rp 476.219.912.00, dengan anggaran pada tiap tahapnya sebagai berikut Tahap 1 Rp. 137.105.000.00, Tahap 2 Rp 281.065.000.00, dan Tahap 3 Rp 58.049.512.00.

Sementara Pemeliharaan sarana dan Prasarana Sekolah yang bisa dibiayai oleh Dana BOS diantaranya adalah sebagai berikut Pengecatan, Perbaikan Atap Bocor, Perbaikan Pintu/Jendela, Perbaikan Penutup Lantai, Perbaikan Plafond, Penggantian Lampu/Bohlam, dan/atau Perbaikan Fasilitas Lainnya yang tidak lebih dari Renovasi Ringan; Perbaikan Mebeler; Pembelian Meja dan/atau Kursi Peserta Didik/Guru; Pemeliharaan dan Perbaikan Sanitasi Sekolah (Kamar mandi, WC, dan saluran Air Kotor)

Pelaksanaan Sekolah Hijau Penyediaan Sumber Air Bersih; Pemeliharaan dan Perbaikan Instalasi Listrik sekolah; Pemeliharaan dan/atau Perbaikan Komputer, Laptop. LCD dan/atau AC; Pemeliharaan dan/atau Perbaikan Peralatan Praktikum; Pemeliharaan dan/atau Perbaikan Fasilitas Sekolah Lainnya: Anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah layak di konfirmasi kepada Kepala Sekolah, karena anggaran di tahun 2020 layak di pertanyakan.

Di minta kepada APH Aparat Penegak Hukum, agar bisa mengkroscek realisasi RKAS, dikhawatirkan anggaran yang diperuntukkan untuk membenahi pendidikan mulai dari sarana dan prasarana sekolah, pembelajaran dan ekstrakulikuler. Agar terhindar dari indikasi penyimpangan, jangan sampai KKN korupsi Kolusi Nepotisme mengancam dunia pendidikan. (Winer S.H)