web analytics

Diguyur Hujan Sabtu Sore, 3 Desa Di Pasuruan Terendam Air Setinggi 1 Meter

Pasuruan – Pasca hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Pasuruan hampir selama 5jam pada Sabtu sore (12/2).

Mengakibatkan beberapa wilayah mengalami banjir kiriman, seperti yang terpantau di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati dan Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso. Banjir kiriman memasuki pemukiman warga, rata-rata dimulai pukul 22:00-23:00 Wib.

Rata-rata ketinggian banjir yang menerjang tiga desa dari tiga kecamatan tersebut, 60cm hingga 110cm.

Dari pantuan Pojok Kiri, di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Dari 10dusun yang ada, semua terendam air. Empat dusun terparah yakni Kedungringin Selatan, Kedungringin Tengah, Ngampel dan Balungrejo. Sementara itu untuk Dusun Balungrejo air banjir luapan sungai wrati mencapai ketinggian 110cm.

Menurut keterangaketerangan dari Kepla Desa Kedungringin Rizky Wahyuni, saat dikonfirmasi mengatakan,”debit air sungai wrati mulai meningkat dan meluber sekitar pukul 22:00 Wib Sabtu malam, (12/2)” katanya.

“Di Desa kami ada 10dusun dan semuanya terendam air banjir, dengan ketinggian rata-rata 60-70cm. Khusus 4 dusun terparah yakni kedungringin selatan, kedungringin tengah, ngampel dan balungrejo ketinggian air banjir mencapai 110cm. Hingga Minggu pagi (13/2/2022) air masih menggenangi desa kami. Warga terdampak banjir beserta Tim DAS Wrati melaksanakan kerjabakti menarik enceng gondok yang menyumbat di jembatan antara dusun kedungringin tengah dan kedungringin utara, serta membuat pagar dari bambu agar enceng gondok dan sampah dari sungai wrati tidak memasuki pemukiman warga.

Disamping itu, Pemdes Kedungringin juga telah membuat dapur umum untuk memasok makanan bagi warga terdampak,”ungkap istri dari Demang YWS

Sementara itu ditempat terpisah Ketua Tim DAS Wrati Sinergi Henry Sulfianto, menuturkan.

“Melihat banjir saat ini dan sebelumnya, setidaknya menjadi bahan evaluasi dari Pemkab Pasuruan untuk lebih serius menggarap sungai yang ada di wilayahnya juga rehabilitasi alam. Jangan hanya sebatas seremonial belaka.

Normalisasi sungai dan peninggian tanggul sangat diperlukan untuk meminimalisir banjir kiriman, khususnya pada aliran sungai yang dekat dengan laut. Disamping itu juga peninggian jembatan yang ada. Seperti halnya jembatan yang menjadi penghubung dusun kedungringin tengah dengan kedungringin utara. Dimana jembatan tersebut sudah tidak efisien lantaran terlalu rendah, sehingga sering terjadi sumbatan dan akhirnya air sungai meluap,” pungkasnya. (Taufik)