web analytics

Gagal Panen Desa. Cipayung, Desa Labansari Akibat Banjir Petani Rugi Rp. 2,9 M

Bekasi – Tidak hanya permukiman warga, banjir yang terjadi di wilayah Desa Cipayung, Desa Labansari Kecamatan Cikarang timur, Kabupaten Bekasi, ratusan hektar sawah petani. Akibatnya, padi yang mereka tanam beberapa bulan lalu mengalami gagal panen alias puso.

Dari data yang diterima, ada sekitar 150 hektar sawah petani yang mengalami puso. Padahal, padi petani sudah mulai menguning dan siap dipanen beberapa pekan kedepan.

“Karena banjir ini, terpaksa para petani harus gagal panen musim ini,” ujarnya, Sabtu (27/2).

Disampaikan, jika ditotal kerugian petani mencapai Rp. 2,9 Milliar akibat banjir. Itu belum termasuk biaya produksi tanam yang sudah mereka keluarkan.
Banjir disebabkan akibat Sungai Cibeet yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi karena curah hujan yang tinggi, akhirnya melimpas ke persawahan dan pemukiman.

Bahkan ada beberapa petani memohon, agar ada perhatian khusus dari pemerintahan kab.bekasi

Assalamualaikum wr wb, Kami atas nama petani yang bertempat tinggal di desa Cipayung dan desa labansari memohon kepada pemerintah kab Bekasi untuk memperhatikan, membantu kami sebagai petani yg terdampak banjir pada (19/2).

Dimana tanaman padi kami terendam, hancur kena banjir, yang mengakibatkan gagal panen dan kerugian bagi kami, sekali lagi saya mohon kepada pemerintah daerah yang punya kebijakan untuk memperhatikan nasib kami sebagai petani. Wassalam.ungkapan Mang Agus yang profesinya sebagai petani

Dan untuk Pemkab Bekasi agar memperhatikan petani yang gagal panen, petani butuh perhatian khusus dari dinas terkait harus memberikan ganti rugi gagal panen. (Narman)