web analytics

Kepala Desa Sidajaya Geram, Ada Oknum Wartawan Purna POLRI, Langgar Kode Etik Jurnalistik

Subang – Carta Guntara Kepala Desa Sidajaya Kecamatan Cipunagara Subang Jawa Barat Geram, pasalnya ada oknum wartawan dari media online Purna Polri langgar kode etik jurnalistik. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sidajaya di ruang kerjanya Kepada Swaranasional Pos. (12/8)

Kepala Desa lebih jauh menjelaskan, bahwa ada pemberitaan dari salah satu media online PURNA POLRI edisi 10 Agustus 2021 dengan judul :
“Rasmin Petani Subang Teriak, Bapak Presiden
Tolong Kami Rakyat Kecilmu. Menurut kepala desa (kades) berita tersebut adalah Hoax, artinya jauh panggang dari pada api, bahwa di desa Sidajaya tidak ada laham Gambut yang ada Tegalan dan Sawah tadah hujan, kenapa harus ngomong gambut, ujar kades berapi-api.

Menurut Kades, saat Rasmin diminta keterangan terkait berita tersebut ia (Rasmin) menolak demi Allah saya ga tau menahu soal pemberitaan yang menyangkut lahan garapan yang di gusur dibajak oleh pak Kadus Karso.

Maaf saya bener miskin dan tidak merasa memiliki lahan garapan, kalau saya tidak punya garapan lalu apa yang gusur atau di bajak. Ujar kades menirukan Rasmin saat dimintai penjelasanya oleh pihak PG Rajawali.

Lain lagi komentar Peter tokoh Sidajaya yang merasa di usik oleh pemberitaan di media online tersebut. Bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan penasehat Hukum dari Lembaga Indonesia (LI) Kabupaten Subang, bahwa ia akan men somasi media yang ngaco itu.
Menurut Peter, berdasarkan Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999, “Sudah jelas seorang wartawan harus tahu kode etik jurnalistik, dimana ketika menyampaikan informasi wartawan itu harus Independen, Akurat, Berimbang dan tidak beritekad buruk.” Ujarnya.

Ketua LI kecamatan Cipunagara menegaskan bahwa wartawan harus berkiblat kepada UU nomor 40 tentang Pers itu, karena wartawan harus bertanggung jawab didalam menjalankan Profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi kepada masyarakat harus balance jangan berita sepihak. katanya. (Team)