web analytics

Program KOTAKU (Drainase) Masyarakat Kelurahan Kelapa 7 (Tujuh) Merasa Sangat Terbantu

Lampung Utara – Program KOTAKU saat ini yang sedang dikejar memberi manfaat, kenyamann dan membantu masyarakat apa lagi sedang memasuki musim hujan saat ini Karena apa yang selama ini diharapkan dapat dipenuhi pemerintah Pusat melalui pemerintah Daerah yang dilanjut kelurahan Kelapa 7(Tujuh) Kecamatan abung selatan kotabumi Lampung utara

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sudah dimulai sejak tahun 2015 Program hasil transisi PNPM Mandiri Perkotaan ini untuk mendukung pemenuhan Target RPJMN 2015-2019, berlanjut sasaran RPJMN 2020-2024 yaitu Kota tanpa kumuh.

Program KOTAKU dilaksanakan secara Nasional di 313 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi seindonesia Program ini bermaksud untuk membangun sistem yang terpadu antara Pemerintah pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, serta melibatkan partisipasi Masyarakat, pihak swasta dan lainnya dalam penanganan dan pencegahan permukiman kumuh.

Pantauan media koran88.com Jumat (11/09/20) dilapangan ada Empat titik pembangunan yang saat ini masih dalam proses pengerjaannya yang melalui dana Kotaku “Pengajuan program Kota tampah kumuh (KOTAKU) dikelurahan kelapa 7 (Tujuh) Kec.Abung selatan yang saat ini masih terus dikerjakan hingga batas waktu pengerjaannya selesai ada beberapa titik yang sedang berjalan saat ini, khusus nya di Rt.4/ Lk. 8, pembangunan Dreinase Lingkungan Volume 1910 meter yang terbagi ditiap titik yang berpotensi rawan genangan dan banjir untuk Kelurahan Kelapa 7 (Tujuh)” kata Agus selaku ketua RT setempat

Dirinya juga mengatakan, “Sudah lama saya dan masyarakat warga setempat mengajukan proposal untuk program ini (Kotaku) sejak tahun 2014 yang lalu namun baru terealisasi ditahun 2020 yang di ajukan dan diusulan tentunya jadi harapan masyarakat warga Kelurahan Kelapa 7 (Tujuh) alhamdulillah apa yang diharapkan dan diinginkan Masyarakat sudah dapat terpenuhi dan masih terus dikejar pengerjaannya,” ucap Agus

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Pembangunan Drainase di kelurahan kelapa tujuh dan menjadi sekala Perioritas yaitu Dreinase karna dimusim turun hujan air mengalir keberbagai penjuru sehingga mengakibatkan jalan yang sudah terbangun dapat terkena Eropsi terbawa air/Rusak karna genangan dan aliran air yang belum ada hal itu berada ditempat-tempat dataran yang rendah dan menurun dan ada di beberapa titik.

“Saya sendiri yang langsung ikut mengawasi dan memantau pengerjaan program KOTAKU di kelurahan kelapa 7 (Tujuh) karena ini berbeda ” kata Agus

Dilanjutkannya ” Masyarakat disini menunggu waktu yang cukup lama untuk dapat terealisasi pembangunan Dreinase ini, melalui Program Kota tanpa kumuh jadi harus selalu kita awasi sehingga bangunan dapat berkuwalitas tidak asal-asalan Karana kita sendiri nantinya yang menikmati dan merasakan manfaatnya, kalau asal jadi pastinya tidak berumur panjang,mengecewakan dan tidak bermanfaat saya dan warga ikut mengawasi dan mengontrol Pembangunan Program KOTAKU. “tutupnya. (A Sagifan)