web analytics

Puluhan Masyarakat Desa Kutamekar, Minta Penempatan As Bendungan Yang Mengenai Makan Leluhur Dialihkan

Bogor – Puluhan Masyarakat Desa Kutamekar Cariu ka kabupaten Bogor, Tolak Penempatan As Bendungan Yang mengenai Lahan Makam Leluhur.

Aksi demontrasi masyrakat desa Kutamekar Cariu Bogor Tolak As Bendungan Cibeet, Masyarakat desa Kutamekar kecamatan Cariu kabupaten Bogor beserta keturunan terdampak proyek pembangunan Bendungan Cibeet menggelar penolakan penempatan As Bendungan, pasalnya proyek Bendungan Cibeet tersebut digadang-gadang akan mengenai lahan pemakaman leluhur masyarakat desa Kutamekar.

Masyarakat desa Kutamekar beserta keturunannya memasang spanduk di tujuh titik yang bertuliskan “Kami Atas Nama Keturunan Leluluhur Kami Tidak Akan Melepas Tanah Warisan Kami Sekali pun Diganti Untung”.

Dalam orasinya masyarakat desa Kutamekar, meminta Pemerintah Pusat agar dapat memindahkan penempatan As Bendungan yang mengenai lahan pemakaman leluhur dan mengkaji ulang penempatan As Bendungan yang mengenai lahan pemakaman leluhur, Jumat, (3/11)

Selain itu, masyarakat juga meminta agar lahan pertanian yang menjadi pokok mata pencaharian tidak dijadikan bendungan secara keseluruhan.

Masyarakat desa Kutamekar turun ke jalan melakukan pemasangan spanduk penolakan As Bendungan.

Menurut Karman sebagai perwakilan masyarakat mengatakan, dengan akan adanya proyek Bendungan Cibeet tersebut, jalan kabupaten yang melintasi desa Kutamekar menjadi imbas dengan tidak adanya perbaikan.

Padahal menurutnya, jalan tersebut sudah tidak layak untuk dilewati kendaraan, pasalnya sudah rusak berat dan tidak layak untuk dilewati.

 

“Jalan hancur dan rusak, kalau musim kemarau debu , kemana-mana, sedangkan kalau musim hujan sudah seperti kubangan kerbau,” katanya.

Selain itu Karman menyebutkan, bahwa keturunan dari leluluhur yang ada di desa kutamekar dan luar desa tidak akan melepas tanah leluhurnya.

Ditempat terpisah Kepala desa Kutamekar Uteng, Ia juga meminta agar makam-makam para leluhur tersebut tidak diganggu oleh proyek pembangunan Bendungan Cibeet, bahkan seluruh keturunan dari luar desa kutamekar juga meminta kepada saya agar menyampaikan keberatannya kepada pemerintah.

“Saya mohon kepada pemerintah agar dapat mengalihkan As Bendungan yang mengenai makam para leluhur kami di desa Kutamekar, kami tidak menolak adanya program Bendungan Cibeet,” terangnya.

“Saya mewakili masyarakat desa Kutamekar berharap agar mencari lokasi yang pas tanpa menggangu makam leluhur kami, terutama tidak banyak merendam pemukiman,” ucapnya. (Indri/Warno)