web analytics

Sampai Akan Menjual Rumah, Gara-Gara Kelilit Hutang Hingga Ratusan Juta Rupiah

Subang – RK salah seorang warga yang beralamat di Kampung Parakan Panjang Desa Bantarsari Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang terlilit hutang hingga ratusan juta rupiah ke reternir yang yang berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Untuk menanggulangi masalah tersebut menurut informasi yang didapat bahwa yang bersangkutan akan menjual rumahnya.

Menurut RK, jujur sebenarnya setelah mendengarkan keluhan mereka tersebut, merasa prihatin, namun secara materil tak mungkin dapat membantunya, karena ia juga menyadari bahwa fisik dirinya bagian mata penglihatan itu tak senormal mereka. Adapun di warung dagang hanya sebatas membantu suami.

“Meski warung saya ini, dipakai sebagai tempat persinggahan para rentenir berkedok KSP atau bank keliling, saya sama sekali tak pernah terpincut untuk pinjam, adapun saya sampai terlilit utang rentenir (Bank Keliling) berkedok KSP ini, saya kena jebak bujuk rayu emak-emak penjamin uang ke para rentenir atas nama saya, berdalih siap bayar sesuai aturan nya, malah sebaliknya mereka itu tak mau bayar, lebih gila lagi tak mengakui pinjam,” tutur RK, kepada media Sabtu (02/12).

Sekumpulan emak-emak ini tak seharmoni apa yang disangkakan, dibalik itu mengerikan kebaikan itu takan terhapus dengan nilai ratusan juta, seperti yang dialami RK yang terbujuk rayu memelas rasa mencari simpati, yang endingnya jadi korban lilitan utang ke Bank Keliling berkedok KSP.

Atas dasar itulah, warga Kampung Parakan Panjang diinisiasi para tokoh, termasuk tokoh pemuda melalui Ketua RW 03, Edih Rohedih melakukan audiensi dengan para penagih (retenir-red) berkedok KSP, dengan pokok bahasan mencari solusi dan berbijak rasa dalam meluruskan persolan membuat nyaman kedua belah pihak, tidak merugikan sepihak dan membikin resah warga digelar di Balai Musyawarah RW 03 Parakan Panjang, Jumat (01/12).

Ketua RW 03 Parakan Panjang, Edih Rohendih berharap dengan dilakukannya audiensi ini, jadikanlah sebuah bentuk perhatian Rukun Warga (RW) untuk menjaga kondusifitas lingkungan dari hal – hal yang pada akhirnya atau endingnya merugikan para pihak.

Ia juga menegaskan sejak kini dan kedepanya siapapun yang datang dari lembaga apapun yang sifatnya berkaitan dengan pinjaman harus jelas lembaga penjaminya yang tentunya administrasi tertib dan izin Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan Pemdes setempat tanpa terkecuali.

“Ya, kini nasib RK akibat bujuk rayu emak-emak pinjamkan uang rentenir yang berkedok KSP, jadi korban terlilit utang ratusan juta, dan saya juga tegaskan bagi emak-emak yang merasa ada hubungan kaitan utang dengan RK segera selesaikan jangan ada kesan jebloskan rekan terlilit utang,” pungkasnya. (Mul/Us)