Cilacap SNP – Kantor Badan Pertanahan Nasional kabupaten Cilacap menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah ajudikasi serta satuan tugas ( Satgas) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026.
Pelantikan dilakukan oleh kepala Kantor Pertanahan kabupaten Cilacap, Andri Kristanto, S. Kom., M.T., QRMP. di laksanakan di Aula Reforma Agraria – Lantai 3 kantor Pertanahan Cilacap, secara zoom meeting. Rabu (18/2).
Pelantikan ini menandai dimulainya kegiatan operasional lapangan untuk target pendaftaran, pengukuran, dan penerbitan sertipikat tanah gratis dengan penekanan pada integritas dan profesionalisme.
Satgas yang di Lantik terdiri dari unsur petugas ATR / BPN dan perwakilan desa. Pembentukan Satgas ini bertujuan mempercepat pelaksanaan program PTSL di kabupaten Cilacap.
Kepala kantor Pertanahan kabupaten Cilacap, Andri Kristanto melalui Kasi Bidang Penetapan Hak dan Pendataan, Setyo mengatakan, Setelah pelantikan , Tim akan segera bergerak melakukan sosialisasi dan pemberkasan untuk pemberkasan sertipikat tanah masyarakat.
“Program PTSL 2026 ini menargetkan 20. 060 bidang tanah, kalau hektarnya ada 12 ribu hektar yang tersebar di 34 desa/ kelurahan dan 12 kecamatan, Yakni, kecamatan Adipala, Kesugihan, Cipari, Binangun, Kroya,Sampang, Nusawungu, Kawunganten, Majenang, Kedung Reja, Jeruklegi, Cilacap Utara,”ungkapnya.
Program PTSL merupakan program nasional Kementrian ATR/ BPN untuk memberikan kepastian atas tanah bagi masyarakat secara menyeluruh.
“Himbauannya untuk masyarakat peserta PTSL , PTSL tidak setiap tahun ada, maka seluruh masyarakat agar mengikuti, karena dengan biaya yang mereka sendiri putuskan,” himbauannya.
“Dari BPN tidak ada biaya, sama sekali.baik pengukurannya, pendaftarannya. Jadi dari masyarakat sendiri untuk yang pra PTSL, yang mungkin pembuatan patok, materai dan sebagainya,” terangnya.
Ia menambahkan, “Tapi itu dari kesepakatan mereka bukan dari kami, ngga ada dari kami, ngga ada biaya,”imbuhnya.
Program PTSL diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum hak atas tanah, tetapi mendukung pemetaan tanah secara terintegrasi.
” Harapannya, seluruh bidang tanah di Cilacap bisa terpetakan sehingga secara nasional sehingga data pertanahan akan semakin akurat,” pungkasnya. (JAS)