web analytics

Mobil Pickup Tabrak Ruko di Cariu Bogor, Satu Orang Luka Parah Supir Lari dari Tanggungjawab 

Bogor SNP – Sebuah mobil Pickup jenis Suzuki Carry berwarna putih bernomor polisi F 8765 YK menabrak ruko di pinggir Jalan Transyogi, Kampung Sadang Lebak/Nanggeleng RT 08 RW 03, Desa Bantarkuning, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2) sore. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka cukup parah serta kerusakan serius pada bangunan.

Peristiwa itu dibenarkan pemilik ruko, Jimmy. Ia menuturkan, saat kejadian ibunya, Herawaty (55), sedang berjualan sate di warung yang berada satu lokasi dengan bengkel milik ayahnya. Jimmy mengaku baru tiba dan sempat berbincang dengan kedua orang tuanya sebelum berada di seberang jalan.

“Saya dengar suara benturan keras. Tiba-tiba atap ruko miring dan bangunan bagian depan hancur. Saya langsung memastikan istri dan anak saya dalam keadaan aman,” ujar Jimmy, Senin (16/2).

Menurut Jimmy, setelah memastikan keluarganya selamat, ia berusaha menghampiri kendaraan untuk membantu pengemudi. Namun, sopir disebut mengunci pintu dari dalam dan tidak segera keluar meski telah diminta turun oleh warga sekitar.

Ia menduga kecelakaan terjadi saat sopir mencoba menyalip kendaraan di depannya. Ketika dari arah berlawanan muncul kendaraan lain, sopir diduga membanting setir hingga kehilangan kendali dan menabrak ruko.

“Mobil terlihat melaju cukup kencang sebelum akhirnya menghantam bangunan,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Ibu Herawaty (55) mengalami luka-luka cukup parah dan langsung dilarikan ke RS Radjak Hospital Cileungsi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, bangunan ruko mengalami kerusakan cukup berat pada bagian depan dan atap.

Kondisi korban yang di tabrak

Jimmy juga mengaku terkejut setelah menerima informasi bahwa pihak sopir berencana melaporkan dugaan penganiayaan dan telah melakukan visum. Padahal, menurutnya, petugas Unit Laka Lantas telah datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berencana mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.

Sempat beredar informasi dari warga bahwa terjadi keributan di lokasi kejadian yang diduga dipicu oleh salah satu pihak terkait angkutan Pickup. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari aparat kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun status hukum pengemudi. Warga berharap kasus ini segera ditangani secara profesional, transparan, dan ada pertanggungjawaban atas kerugian serta korban yang ditimbulkan. (Suwarno)