Bogor SNP – Sejumlah petani mendesak pemerintah segera merealisasikan revitalisasi irigasi (Pandit) Cikompeni yang selama ini menjadi sumber pengairan bagi lebih dari 50 hektar lahan pertanian di lima desa.
Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi damai yang dilakukan para petani sebagai bentuk keluhan atas kondisi irigasi yang dinilai tidak lagi optimal. Minimnya aliran air berdampak langsung pada hasil pertanian, bahkan menyebabkan sebagian petani mengalami gagal panen. Kamis (23/04)
Sarip, perwakilan petani, mengatakan bahwa kondisi irigasi Cikompeni saat ini sangat memprihatinkan. Aliran air yang tidak maksimal membuat lahan sawah kekurangan pasokan air.
“Aksi ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi para petani yang selama ini menginginkan adanya perbaikan irigasi Cikompeni. Selama ini aliran air ke sawah sangat minim, bahkan banyak petani yang gagal panen. Produktivitas pertanian juga jauh dari maksimal karena kekurangan air,” ujar Sarip.
Di lokasi yang sama, Danramil Koramil 08 Cariu Tanjungsari, Kapten Czi Yoni Santoso, mengapresiasi aksi damai yang dilakukan para petani. Ia menilai penyampaian aspirasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian.
“Saya selaku Danramil Koramil 08 Cariu Tanjungsari mengucapkan terima kasih kepada para petani yang hari ini menyampaikan aspirasi terkait irigasi Cikompeni. Saya sangat memahami apa yang disampaikan, apalagi ini menyangkut sektor pertanian yang menjadi bagian penting dari program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perbaikan infrastruktur pendukung seperti irigasi menjadi hal yang sangat penting.
“Harapan saya, aspirasi ini dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan, karena pertanian merupakan instrumen penting dalam tatanan perekonomian bangsa,” tambahnya.
Para petani pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki irigasi Cikompeni, agar pasokan air kembali normal dan hasil pertanian dapat meningkat.tutupnya (Endang M)