Cilacap SNP- Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Tanggap Darurat Bencana (Bintek TDB), gelombang III bagi relawan kecamatan se- eks Distrik Sidareja se- kabupaten Cilacap tahun 2024.
Eks Distrik Sidareja meliputi : Bantarsari, Gandrungmangu,Sidareja, Kedungreja,Cipari dan Patimuan.
Kegiatan Bintek TDB ini di ikuti oleh 61 Orang peserta, berasal dari 61 desa. Masing-masing desa 1 orang yang berasal dari unsur Kepala Dusun (Kadus), dengan rincian sebagai berikut, Kecamatan Bantarasari 8 Orang, Gandrungmangu14 Orang, Sidareja 10 Orang, Kedungreja 11 Orang, Cipari 11 Orang serta kecamatan Patimuan 7 Orang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ ruf serta dihadiri jajaran pengurus PMI Kabupaten Cilacap, antara lain, U’ong Suparno Wakil Ketua Bidang Yankes dan UKTD, Sumaryo Sekretaris, Jumirah Bendahara, Sugirin pengurus Bidang Relawan, Camat Sidareja Nugroho Slamet Budi Santosa serta Jajaran Pengurus PMI Kecamatan Sidareja 7 Orang, ketua PMI kecamatan Bantarsari, Gandrungmangu, Sidateja, Kedungreja, Cipari dan Patimuan, berlangsung di Pendopo Renggasena Sidareja Cilacap, Selasa (23/7).
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan SK pergantian Pengurus Antar Waktu PMI eks Distrik Sidareja, yakni ketua PMI kecamatan Gandrungmangu, wakil ketua PMI kecamatan Patimuan dan sekretaris dari PMI kecamatan Cipari serta pemberian rompi PMI secara simbolis kepada 5 peserta perwakilan kecamatan.
.Farid Ma’ruf dalam sambutannya mengatakan,” kegiatan ini sebagai upaya pelayanan penanganan bencana, bertujuan untuk melakukan tindakan pertolongan serta bantuan secara cepat tepat dan secara terkoordinasi”.
Pedoman ini berdasarkan pada prinsip dasar gerakan palang merah Indonesia dan bulan sabit merah internasional,code of conduct (kode perilaku) dan safer acces (panduan keselamatan).
Farid menambahkan, tindakan tanggap darurat bencana yang sudah dilakukan oleh PMI telah maksimal dilakukan, namun proses penanganannya masih banyak kendala dan hambatan yang dihadapi.Salah satu kendala yang menonjol adalah kurang merata dan kurang memadainya kemampuan serta keterampilan sumber daya manusia (SDM) PMI,” ujarnya
Menurutnya, selain sebagai bentuk penyempurnaan penanganan bencana, kedepannya dibutuhkan perekrutan dan pelatihan bagi SDMPMI yang berasal dari relawan desa Se-Kabupaten Cilacap.
“Relawan TDB dibawah koordinasi PMI Kecamatan untuk dapat khusus mendapatkan pengetahuan mengenai tanggap darurat bencana dalam sebuah kegiatan bimbingan teknis tanggap darurat bencana (Bintek TDB) tahun 2024 PMI Kabupaten Cilacap.
Pada kesempatan tersebut, Farid juga menjelaskan, bahwa PMI kabupaten Cilacap memiliki 2 gedung yang terkadang masyarakat masih bingung membedakannya.
Gedung pertama berada di jalan Urip Sumoharjo no.174 A Gumilir Cilacap Utara Cilacap, terbagi 2 lantai. Lantai pertama untuk Unit Donor Darah (UDD), lantai 2 untuk kantor ( markas).
Sementara gedung yang berada di jalan Raya Slarang KM 12 Sitopong Slarang kecamatan Kesugihan Cilacap diperuntukan untuk rawat inap PMI Cilacap.
Perlu diketahui, sebelum Bintek TDB gelombang III yang dilaksanakan di Pendopo Renggasena Sidareja ini, sebelumnya ada Bintek TDB gelombang 1 yang dilaksanakan di Pendopo kecamatan Kroya dan gelombang II yang dilaksanakan di Pendopo kecamatan Majenang.
Untuk gelombang IV nantinya, akan dilaksanakan di Aula Klinik Pratama Rawat Inap PMI Kabupaten Cilacap Jl. Raya Slarang KM 12 Sitopong Slarang Kesugihan Cilacap, Selasa (30/7). (JAS)