Bogor SNP – Namun dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh pelaksana kontraktor, pihak pengawasan dianggap lemah bahkan tidak memahami bidang pekerjaan infrastruktur jalan ataupun jembatan.
Lemahnya pengawasan mutu ini diakibatkan penggunaan personil pengawas diduga tidak sesuai dengan personil dalam kontrak, selain tidak memahami pekerjaan, sumber daya manusia pengawas lapangan di duga menggunakan satu personil untuk pengawasan di beberapa lokasi dengan waktu pelaksanaan yang sama. Sehingga saat pekerjaan berbeda berjalan bersamaan dipastikan salah satunya tanpa pengawasan.
Bukan cuma itu, penggunaan tenaga pengawas di duga juga menggunakan lulusan SLTA yg tidak tercantum dalam personil di dalam kontrak Pengawasan.
Sumber media ini saat di temui di Laboratorium PUPR Cibinong, mengeluhkan “mutu pekerjaan saat banyak yang bermutu kurang baik”
Sumber yang tak mau identitasnya ini di sebut, menambahkan, ditengah sulitnya mendapatkan matrial bermutu baik saat ini, Pengawasan Mutu oleh Konsultan Pengawas juga sangat memengaruhi mutu pekerjaan. “ada beberapa pengawas mutu tidak memahami pekerjaan bahkan menggunakan personil lulusan SMA” jelas sumber.
Penggunaan personil Pengawas mutu yang tidak sesuai dengan Personil dalam Kontrak Pengawasan ini, bukan tanpa sepengetahuan para pimpinan di Dinas PUPR, “Kami sudah menyampaikan hal ini ke pimpinan” terang sumber menutup penjelasanya kepada media ini. (Jn)