web analytics

Desa Sidayu Binangun Rutin Gelar Memetri Bumi 

Cilacap SNP – Memetri Bumi atau Syukuran Bumi ( Sedekah Bumi) biasa di lakukan masyarakat Jawa sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen dan rejeki, sekaligus untuk Nguri uri budaya dan kebersamaan warga.

Hal tersebut rutin dilakukan warga desa Sidayu kecamatan Binangun kabupaten Cilacap. Kamis (30/4)

Abdul Narsim Al Najib, SH, kepala desa Sidayu kecamatan Binangun mengatakan, bahwa hari ini acara Memetri Bumi atau Tasyakuran Bumi desa Sidayu yang ke 33.

“Harapan kami dengan kegiatan ini, yang kaitannya dengan warga masyarakat desa Sidayu yang mayoritas adalah kaum tani Kadang tani, ibu tani, biyunge tani bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan memperoleh hasil yang berkah barokah untuk rejekinya,” ungkapnya.

” Yang kedua, tujuan kami melestarikan adat budaya dan kegiatan Memetri Bumi ini rutin setiap tahun diadakan kegiatan seperti ini, dengan hiburan wayang kulit. Di tahun ini cuma satu tempat. Biasanya di desa Sidayu ada dua tempat, biasanya ada festival adat budaya jenggola dan pelunasan pajak,” jelasnya.

Ia menyampaikan, tahun ini desa Sidayu melaksanakan kegiatan Memetri Bumi dengan lebih sederhana.

” Karena situasi, apapun yang menjadi kebijakan pemerintah , kami selaku yang dituakan saya akan mengikuti. Kami melakukan kegiatan ini dengan penuh kesederhanaan tidak seperti tahun tahun sebelumnya.Yang tadi kami sampaikan, mudah mudahan dapat bermanfaat untuk memotivasi ke desa lain , yang pada intinya kami melaksanakan budaya,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan untuk tahun ini dengan cara sederhana, yakni kegiatan ziarah, setelah Magrib doa bersama, ba’ da Isya Sidayu bersholawat dan ada 12 grup rebana yang mengikuti kontes serta pagi harinya penyembelihan hewan, pagelaran wayang kulit semalam suntuk serta tenongan yang berisi makanan untuk di makan bersama sama..

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini, menampilkan Ki Dalang Imam Sutikno dari Gombong Kebumen. Selain wayang semalam suntuk, siang hari di gelar wayang ruwat.

Salah seorang warga yang enggan menyebut namanya,mengatakan, sangat senang dengan kegiatan Memetri Bumi ini.

” Jadi bisa kumpul kumpul dan menyantap makanan bersama dengan warga lainnya dan utamanya melestarikan budaya Jawa secara turun temurun,” jelasnya. (JAS)