Bogor SNP – Pemerintah Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menggelar tradisi Hajat Bumi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan karunia alam. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung di halaman Kantor Desa Babakan Raden pada Selasa (14/07).
Perayaan Hajat Bumi diisi dengan hiburan rakyat berupa pertunjukan seni Jaipong dari Melinda Grup asal Bekasi Barat. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan acara yang menjadi salah satu tradisi budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Hajat Bumi merupakan tradisi sedekah bumi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil pertanian, dan perkebunan. Tradisi ini juga menjadi simbol keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Kepala Desa Babakan Raden, Salpator Tarigan, mengatakan bahwa Hajat Bumi merupakan pesta rakyat yang selalu dinantikan warga karena selain menjadi ajang hiburan, juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur dan kebersamaan.
“Alhamdulillah, setiap tahun kami selalu melaksanakan acara Sedekah Bumi atau Hajat Bumi ini. Selain menjadi pesta rakyat dengan hiburan seni Jaipong, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan,” ujar Salpator Tarigan.
Ia menambahkan, Hajat Bumi mengandung makna penting tentang keharmonisan antara manusia dan alam. Menurutnya, alam telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
“Acara Hajat Bumi ini merupakan bentuk rasa syukur atas keharmonisan manusia dengan alam. Kita sangat bersyukur karena alam memberikan berkah bagi kehidupan, terutama di bidang pertanian yang menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui tradisi Hajat Bumi, Pemerintah Desa Babakan Raden berharap nilai-nilai budaya, gotong royong, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat terus diwariskan kepada generasi muda dan tetap lestari di tengah perkembangan zaman (Endang M)