web analytics

Jalan Raya Pangkalan 5 Menuju TPST Rusak Parah

Bekasi SNP – Mobilitas truk pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menuju TPST Bantar Gebang setiap harinya padat, jalan menuju TPST mulai dari Jalan Raya Narogong hingga menuju Pintu Gerbang TPST banyak yang berlubang. “Lubang-lubang sepanjang jalan yang dikhawatirkan memakan korban jika tidak segera diperbaiki. Kelihatannya pihak Pengelola TPST Bantar Gebang ‘buta’ terhadap keadaan jalan yang berlobang ini” ucap anggota masyarakat yang ditemui Wartawan SNP di lokasi jalan yang berlubang, (6/5).

Padahal setiap hari karyawan TPST dan mobil sampah lewat jalan-jalan yang berlubang tersebut. Sehingga untuk mencapai lokasi buangan harus antri untuk melewati jalan berlubang tersebut, apa mereka tidak peduli atau memang ‘buta’ ucap anggota masyarakat tersebut.

“atau menunggu kendaraan Pejabat Dinas LH DKI Jakarta nyemplung dulu di lubang tersebut,” imbuhnya.

Ketika masalah ini hendak dikonfirmasi kepada Kepala TPST Bantar Gebang, securiti yang berjaga mengarahkan Wartawan SNP untuk menemui Bapak Uci. Mungkin Bapak Uci ini seperti Humas TPST yang ditugaskan oleh Kepala TPST untuk menjawab konfirmasi wartawan.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam yang ditugaskan TPST tidak nongol, sifat simpatik ditunjukkan oleh securiti TPST dengan mencoba memberi penjelasan kepada Wartawan SNP dengan mengatakan pimpinan sedang rapat sambil menyuguhkan segelas kopi.

Perilaku karyawan TPST hendaklah penjadi perhatian kepala dinas LH DKI Jakarta agar menempatkan karyawan sesuai bidangnya. Jangan mempekerjakan anggota masyarakat yang makan gaji buta di TPST, ucap anggota Masyarakat. Fenomena “makan gaji buta” ini tentu menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani. Dalam pengelolaan fasilitas publik seperti TPST, setiap pekerja seharusnya memiliki tanggung jawab jelas untuk menjalankan tugasnya.

Sudah sepatutnya Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep K mengevaluasi karyawan TPST yang disinyalir makan gaji buta. (R1)