Bandung SNP – Pemerintah mengucurkan dana BOS ke semua sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), supaya semua masyarakat tidak menjadi buta huruf alias wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun. Tentunya orang tua tidak ada lagi mengeluarkan biaya pendidikan. Bahkan, Pemerintah Provinsi juga memberikan anggaran BOPD untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Namun, masih ada Kepala Sekolah SMAN 1 Cimanggung, Sumedang, yang diduga mau mengambil keuntungan melalui dana BOS yang berasal dari APBN. Seperti anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang mencapai sekitar Rp900 juta per tahun, sementara ruangan gedung tidak terlihat ada pemeliharaan, seperti gambar yang diambil ketika berada di sekolah.

Selain itu, dari anggaran lain seperti pembelian buku yang sebesar Rp250 juta per tahun, begitu juga anggaran langganan dan jasa yang mencapai Rp100 jutaan, diduga Kepala Sekolah Dadaing Hermawan, S.Pd., M.I., semuanya hanya fiktif.
Ketika wartawan Swara Nasional Pos melayangkan surat konfirmasi tertulis kepada pihak sekolah, tidak ada jawaban. Bahkan, sudah beberapa kali didatangi ke sekolah juga tidak ada respons. Seolah-olah guru-guru sudah dikondisikan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah juga disebut tidak pernah masuk, alias berada di luar.
Sehingga berita ini diluncurkan karena tidak ada jawaban dari pihak sekolah. Begitu juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, saat ditanya hanya memberikan jawaban, “Saya mengundurkan diri jadi Wakasek Humas.” Itulah jawaban yang kami simpulkan pada waktu itu. (Red)