Pasuruan SNP – Hilirisasi potensi unggulan daerah dan ekonomi inklusif menjadi fokus program Pemkab Pasuruan tahun 2026. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan program yang jelas bermanfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori dalam Paripurna Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Jumat (15/8).
Dalam paripurna tersebut, Gus Shobih-sapaannya meyakinkan, penyusunan KUA PPAS 2026 mengacu pada aspek tematik, holistik, integratif dan spasial. Di mana hanya program-program yang disiapkan, akan berfokus pada kepentingan masyarakat.
Selain itu, arah pembangunan tahun 2026, lebih pada hilirisasi potensi unggulan daerah. Serta penguatan usaha mikro, kemandirian pangan dan ekonomi inklusif.
“Arah program 2026, lebih pada yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.
Secara umum, kekuatan APBD 2026 diproyeksikan menembus Rp 3,9 triliun. Dari sisi pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 3,49 triliun. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,1 triliun dan pendapatan transfer Rp 2,3 triliun.
Sedangkan untuk belanja, dialokasikan Rp. 3,9 triliun. Sehingga, ada defisit anggaran sebesar Rp 449 miliar.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat mengucapkan terimakasih atas penyampaian nota pengantar KUA PPAS 2026. Menurutnya, rancangan tersebut akan dibahas di tingkat komisi. Hingga nantinya, diputuskan dalam paripurna lanjutan.
“Ini akan dibahas di masing-masing komisi. Hingga nantinya, disahkan dalam paripurna,” bebernya. (Taufik)