Sumedang SNP – Pembangunan proyek MAN IC Sumedang menyisakan duka yang mendalam bagi sebagian warga Pamoyanan yang terdampak proyek. Pembangunan MAN IC Sumedang berdiri di lahan 10 ha hasil hibah Pemprov Jawa Barat.
Menurut Devi, “Pemprov Jabar menghibahkan tanah seluas 10 ha dan 40 unit rumah hunian terdampak Waduk Jatigede.” (24/8)
Sangat ironis, menurut pengakuan warga yang terdampak Pembangunan MAN IC Sumedang, pemilik proyek diduga zolim, di mana dalam pemindahan warga yang terkena proyek ada unsur intimidasi.
Proyek MAN IC Sumedang diduga kuat penuh dengan permasalahan, mulai dari Proyek Land Clearing, proyek pembangunan asrama, proyek Pembangunan RKB, Proyek Land Clearing kedua, dan Rehabilitasi Mess Guru MAN IC Sumedang.
Ketika masalah ini dikonfirmasi kepada Dirjen, dengan surat No. 18/Ditjen Pendis-I/SNP-I/2026, surat konfirmasi kedua No. 19.a/Ditjen Pendis-I/SNP-III/2026, dan surat konfirmasi ke-3
No. 19/Ditjen Pendis-I/SNP-VII/2026 pihak Dirjen Kemenag dan Kanwil Depag Jabar tidak mendapat respon maupun jawaban.
Juga ketika wartawan hendak konfirmasi langsung ke Kanwil Depag Jabar, tidak ada respon, hanya memberi janji akan mengundang wartawan untuk memberi penjelasan. (24/8)
Sebagaimana berita dalam edisi-737, Proyek pembangunan asrama dan ruang kelas MAN IC Sumedang sedang berjalan sesuai informasi yang didapat Wartawan pembangunan sudah dimulai sementara kontrak belum ditanda tangani, menjadi hal yang aneh seakan-akan proyek pembangunan asrama dan ruang kelas dikerjakan oleh orang yang sama dengan menggunakan Perusahaan yang berbeda. Ada indikasi pelaksana proyek Land Clearing MAN IC Sumedang seakan-akan masa bodoh terhadap kondisi proyek yang sudah amburadul.
Dalam pengamatan Wartawan pembangunan asrama dan ruang kelas MAN IC Sumedang dikerjakan siang dan malam untuk kejar tayang. “Akankah kualitas pembangunan asrama dan ruang kelas sama dengan proyek Land Clearing,” ucap masyarakat.

Sebagaimana yang tertera dalam papan proyek pembangunan asrama yang dikerjakan oleh PT. Afar Cerdas Nusantara dengan pagu anggaran senilai Rp. 4.174.710.000,- (Empat Milyar Seratus Tujuh Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Sepuluh Ribu Rupiah) dan juga Pembangunan ruang kelas yang dikerjakan oleh PT. Indo Pribadi Nusantara dengan pagu anggaran Rp. 3.326.268.000,- (Tiga Milyar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Dua Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Rupiah)
Proyek Land Clearing MAN IC Sumedang yang dibangun pertengahan bulan Desember 2025 saat ini kondisinya sudah amburadul, sesuai informasi di lapangan kondisi jalan yang dibangun sudah mulai terkelupas juga tembok yang mengelilingi lahan yang akan dibangun MAN IC Sumedang sudah mulai miring. Proyek yang disinyalir menzolimi warga perumahan yang tinggal di lokasi, rencana akan dibangunnya MAN IC mencibir kondisi proyek yang seakan-akan proyek penghamburan-hamburan uang negara.
Proyek Land Clearing MAN IC Sumedang yang ke-II dengan pagu anggaran Rp.8.374.645.220 (Delapan Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Dua Ratus Dua Puluh Rupiah) menjadi tanda tanya di tengah-tengah Masyarakat untuk anggaran Proyek Land Clearing dianggarkan dua kali, bagaimana bagian perencanaan membuat rencana proyek dimana dalam pekerjaan yang sama dianggarkan dua kali, diduga bagian perencanaan tidak professional.
Demikian juga proyek Rehabilitasi Mess Guru MAN IC Sumedang Kab. Sumedang dengan pagu anggaran Rp. 7.809.039.978,- menjadi tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat, bangunan rumah yang terdampak waduk Jatigede yang menurut informasi dihibahkan kepada Kementrian Agama sebenarnya masih rumah layak huni, ternyata bangunan tersebut dirobohkan dan dibangun kembali unit rumah baru dengan ukuran rumah hampir sama. Ada indikasi penghamburan-hamburan anggaran dan juga ingin menghilangkan jejak rumah yang terdampak Waduk Jatigede, ucap anggota masyarakat yang minta jati dirinya dirahasiakan.
Sebagaimana yang diberitakan oleh Harian Umum Swara Nasional Pos edisi-734 dan edisi-735 Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting di dalam mengarungi kehidupan. Pendidikan akan menjadi penentu dalam membina akhlak anak-anak bangsa, untuk penunjang dunia pendidikan. Kementrian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam membangun MAN I C yang berada di Desa Sakur Jaya Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang.
Dalam pengamatan wartawan dalam pelaksanaan proyek MAN IC, pelaksana proyek mengabaikan beberapa hal yang menurut masyarakat yang terdampak proyek diabaikan hak-haknya, seperti adanya tanaman yang terkena pembuatan akses jalan menuju proyek tidak mendapatkan ganti rugi, demikian juga tanaman padi yang terkena pembuatan pagar tidak mendapatkan ganti rugi.
“Dalam pelaksananan Land Clearing MAN IC Sumedang, diduga kuat menjadi proyek dzolim,” ucap masyarakat yang terkena dampak rencana pembangunan yang minta jati dirinya dirahasiakan.
Masih menurut sumber berita Proyek MAN IC Sumedang, menyisakan derita untuk sebagian masyarakat yang terdampak pembangunan Land Clearing.
“Apakah mentang-mentang proyek Kementrian Agama, sehingga proyek ini seakan-akan ini ditujukan untuk menzolimi warga?” tanya anggota masyarakat yang terkena dampak proyek MAN IC Sumedang.
Ketika masalah ini diminta tanggapannya Erwin ST, dari Lembaga Swadaya Masyarakat RI Satu mengatakan “Kemungkinan besar ini proyek penghambur-hamburan duit rakyat, dimana dalam pelaksanasn proyek senilai hampir 26 Miliar diduga dilaksanakan oleh rekanan binaan. Bagaimana dalam perencana proyek besar ini, Apakah proyek ini tujuannya untuk menghabiskan anggaran saja atau memperkaya kelompok tertentu?” ucap erwin ST.
Masyarakat berharap agar APH, dalam hal ini Kejaksaan Agung dan Mabes Polri segera turun tangan untuk mengaudit dan memeriksa proyek pembangunan MAN IC Sumedang yang diduga kuat proyek dzolim dan biadab.
Lembaga Swadaya Masyarakat RI Satu (LSM RI 1) dalam waktu dekat akan membuat laporan kepada APH terkait proyek MAN IC Sumedang yang diduga dzolim dan biadab mulai dari Pembangunan Land Clearing, Pembangunan Asrama MAN IC Sumedang, Pembangunan Ruang Kelas Baru MAN IC Sumedang, Pembangunan Land Clearing ke-II, dan Rehabilitasi Mess Guru MAN IC Sumedang. (ig/r3)