Bogor SNP – Pemerintah Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menetapkan tradisi Hajat Bumi atau selamatan bumi sebagai agenda tahunan desa. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Kepala Desa Selawangi, H. Juhendi Ahmad Julpikar, menyampaikan hal tersebut di sela-sela pelaksanaan Hajat Bumi yang berlangsung di Lapangan Desa Selawangi, Rabu (28/10)
Acara tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, perangkat Pemerintah Desa Selawangi, jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjungsari, serta warga dari berbagai kedusunan.
Menurut H. Juhendi Ahmad Julpikar, tradisi Hajat Bumi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas limpahan hasil panen, kesuburan tanah, serta berbagai anugerah yang menjadi sumber kehidupan dan mata pencaharian warga.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Perayaan Hajat Bumi tahun ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian dan budaya lokal. Sejumlah penampilan turut memeriahkan acara, di antaranya seni pencak silat yang dibawakan siswa SMP Negeri 2 Selawangi, drumben, serta tari jaipong.
Kemudian, kemeriahan semakin terasa dengan adanya arak-arakan dongdang, yakni wadah atau usungan yang dihias dan diisi beragam hasil bumi serta buah-buahan dari masyarakat setiap kedusunan. Arak-arakan tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan sekaligus menggambarkan potensi hasil bumi masyarakat Desa Selawangi.
Acara juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni jaipong Acep Dartam yang menghibur warga yang hadir.
Kepala Desa Selawangi mengapresiasi partisipasi dan antusiasme masyarakat yang dinilainya menunjukkan semangat gotong royong, kekompakan, serta kebersamaan dalam menjaga tradisi desa.
Ia berharap kegiatan Hajat Bumi dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan pelaksanaan yang semakin baik dan meriah, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar tradisi tersebut.

Melalui penetapan Hajat Bumi sebagai agenda tahunan, Pemerintah Desa Selawangi berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan turut melestarikan seni budaya serta tradisi lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Endang M)