Bekasi SNP – Dibentuknya Paguyuban Divisi Usaha Media Swara Nasional Pos bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, kekeluargaan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi antar anggota.
Paguyuban tersebut dibentuk oleh para wartawan resmi Media Swara Nasional Pos dan diketahui langsung oleh Pimpinan Redaksi, Drs. Henry Lasben.
Pembentukan paguyuban dilakukan berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama para anggota wartawan Swara Nasional Pos. Dalam prosesnya, dilakukan penyusunan struktur organisasi melalui pemilihan pengurus, mulai dari ketua hingga anggota, dengan sistem voting suara terbanyak sebagai bentuk legitimasi pembentukan wadah paguyuban tersebut.
Ketua DPC Paguyuban Divisi Media Swara Nasional Pos, Ade Mulyana mengaku merasa prihatin terhadap biaya penerbitan media cetak yang selama ini masih menjadi beban utama pimpinan redaksi.
Bahwa anggota paguyuban merupakan wartawan resmi Media Swara Nasional Pos yang dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA) dan surat tugas resmi yang masih berlaku. Masyarakat diminta untuk lebih teliti terhadap oknum yang mengatasnamakan media maupun paguyuban tanpa identitas resmi guna menghindari penyalahgunaan KTA dan surat tugas.
Paguyuban Media Swara Nasional Pos menggelar kegiatan halal bihalal tahunan pada 3 Mei 2026 yang bertempat di lokasi usaha salah satu anggota paguyuban di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara dibuka oleh Ketua DPC Paguyuban, Ade, yang menyampaikan berbagai manfaat keberadaan paguyuban bagi para anggota.
Dalam sambutannya, ia juga membahas pengembangan usaha serta berbagai kendala yang dihadapi rekan-rekan anggota di lapangan.
Selanjutnya, sambutan diteruskan oleh Ketua Satgas, Narman Sugianto, yang mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat solidaritas antaranggota paguyuban.
Setelah itu, Bendahara Paguyuban, Abah Karyan, turut memberikan arahan agar Paguyuban Swara Nasional Pos dapat terus berkembang serta memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar maupun masyarakat luas.
Kegiatan halal bihalal tersebut kemudian ditutup dengan acara makan bersama yang berlangsung penuh keakraban dan rasa kekeluargaan antaranggota paguyuban.
Selain fokus pada pengembangan bidang usaha, paguyuban ini juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan pemuda-pemudi setempat dengan memberikan kesempatan bekerja sesuai bidang usaha yang dijalankan anggota paguyuban.
Langkah tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi angka pengangguran sekaligus menciptakan kegiatan yang positif bagi masyarakat. (Sam)