Cilacap SNP – Warga desa Jati kecamatan Binangun kabupaten Cilacap menggelar pertunjukan Wayang Kulit dan Festival Tenongan sebagai tradisi rutin yang dilakukan tiap tahun dalam rangka melestarikan Budaya Memetri Bumi. Senin (12/1).
Kegiatan Festival Tenongan berlangsung di Pelataran Sedana Bumi yang berlokasi di Dusun Jati. yang di ikuti oleh ratusan warga desa Jati dengan memakai pakaian adat Jawa. Untuk laki laki memakai beskap plus dan yang wanita memakai kain dan kebaya serta tidak ketinggalan anak anak sekolah yang berada di lingkungan desa Jati turut di libatkan dalam acara Festival Tenongan ini.
Kegiatan kebudayaan Tenongan ini, sebagai wujud kerukunan dan gotong royong antar warga desa Jati.
” Kegiatan ini selain bagian dari mendukung nilai-nilai kebudayaan, juga mencerminkan kerukunan dan gotong royong antar warga sekaligus ajang untuk bersilaturahmi,” ujar Kepala Desa Jati, Aris Hartono.
Aris Hartono berharap, kegiatan ini tidak punah dan bisa terus di lestarikan oleh warga desa Jati.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan, dan ini harus kita jaga dan kita lestarikan ke depannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan Kebudayaan Tenongan dan ruwatan Wayang Kulit merupakan simbol doa dari para petani.
” Selain festival tenongan, ruwatan wayang kebetulan di kediaman saya di RT 02 RW 01 sebagai simbol doa dari para petani kita agar lama tidak ada hama, hasil pertanian melimpah dan lain sebagainya,”ujarnya.
Menurut Camat Binangun Akh. Budi Santoso, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya di desa Jati tersebut.
“Kegiatan memetri bumi ini menurut kami bukan hanya sekedar kegiatan rutinan saja, tapi wujud pelestarian adat dan budaya. Dan kita memang harus melestarikan,” jelasnya.
“Kami dari pemerintah kecamatan sangat mendukung, dan berharap ini agar bisa dilestarikan karena ini kegiatan yang baik dan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” harap Akh. Budi Santoso.
Pagelaran wayang kulit ini menampilkan Ki Dalang Eko Suwaryo. (JAS)