Bogor SNP – Pemerintah Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 pada Selasa (4/8)
Kegiatan ini menjadi forum untuk menyusun arah dan prioritas pembangunan desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Musrenbangdes dihadiri oleh Kepala Desa Antajaya Andi Pamungkas, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Tanjungsari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan MUI, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Posyandu dan PKK, Dinas PUPR, Karang Taruna, para ketua RT/RW, serta kepala dusun.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Antajaya Andi Pamungkas memaparkan arah kebijakan pembangunan Desa Antajaya untuk tahun 2027.
Menurutnya, pembangunan desa ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pembangunan ke depan tidak boleh monoton hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya melalui berbagai pelatihan keterampilan sosial, seperti pelatihan tata cara memandikan jenazah bagi masyarakat,” ujar Andi.
Selain itu, Andi menyoroti aset desa berupa jalan akses di wilayah Cipereng yang terdampak proyek Bendungan Cibe’et. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan prioritas dalam Musrenbangdes sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan grand design pengembangan potensi lokal berbasis ekowisata. Menurutnya, Desa Antajaya memiliki potensi besar berupa kebun kopi dan durian yang berada di kawasan hutan Perhutani dan layak dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kita memiliki potensi kebun kopi dan durian di kawasan hutan Perhutani. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi warga,” jelasnya.
Di sisi lain, Andi mengakui masih terdapat sejumlah pembangunan infrastruktur yang belum dapat direalisasikan, terutama di wilayah Ertean. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang saat ini masih diprioritaskan untuk berbagai program bantuan masyarakat, sektor kesehatan, dan pertanian.
Melalui Musrenbangdes ini, Pemerintah Desa Antajaya berharap seluruh usulan prioritas pembangunan dapat menjadi dasar penyusunan program kerja tahun 2027 sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Endang M)