web analytics

Program Wisata Keberagaman Dana RW di Depok Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Transparansi Peserta Wisata Keberagaman

Depok SNP – Program wisata keberagaman kota Depok adalah program unggulan Pemerintah Kota Depok dan mulai di jalankan tahun 2026. Program ini bertujuan mempererat kerukunan, toleransi dan kebersamaan warga yang berasal dari berbagai latar belakang agama, suku dan budaya dan program ini merupakan dukungan anggaran berbasis RW, bentuk kegiatannya berupa perjalanan wisata bersama ke berbagai destinasi, disertai aktivitas yang mendorong interaksi, silaturahmi dan penguatan kohesi sosial antar warga.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Abadijaya, Putri Fiola, menjelaskan bahwa setiap RW Abadijaya memperoleh anggaran sebesar Rp 25 juta di kelurahan Baktijaya ada 29 RW, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp725 juta. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan konsumsi, transport dan biaya penginapan.

Seluruh kegiatan telah direalisasikan secara bertahap dan selesai pada Mei 2026 sebelum pergantian Lurah. Adapun tujuan wisata yang dipilih RW beragam, mulai dari kawasan Puncak, Anyer, Sawangan hingga Sentul. Apabila terdapat peserta yang memilih menginap sehingga membutuhkan biaya tambahan, maka selisih biaya menjadi tanggungan pribadi masing-masing peserta. Ditambahkan oleh Kasi Kemas Kelurahan Abadijaya Putri Piola menegaskan tidak menentukan jumlah peserta maupun lokasi wisata. Seluruh usulan berasal dari masing-masing RW dengan menyesuaikan kapasitas dan kebutuhan di wilayahnya. “Penentuan peserta maupun tujuan wisata bersifat bebas dan diserahkan kepada masing-masing RW. Kelurahan Abadijaya hanya memfasilitasi sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, jumlah peserta juga tidak ditentukan secara khusus. Setiap RW menggunakan dua bus sejumlah 118 orang, yang berkapasitas sekitar 59 orang per bus, sementara RW lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan.

Menurut Putri Piola respons masyarakat yang mengikuti kegiatan cukup positif karena dinilai mampu mempererat silaturahmi antar warga. Program tersebut juga disebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Sementara itu, proses pencairan anggaran dilakukan melalui mekanisme pengajuan proposal ke BKD, dilanjutkan verifikasi oleh kecamatan dan bagian keuangan sebelum diterbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) hingga dana dicairkan.

Salah seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan sejumlah warga menyampaikan pandangan berbeda, sebagian warga menilai pelaksanaan Wisata Keberagaman belum sepenuhnya mencerminkan semangat kebersamaan. Ditambahkannya, masih banyak warga yang tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut karena tidak ada pemberitahuan di grup RT maupun penjelasan mengenai kriteria peserta yang berhak mengikuti wisata.

Warga berharap pihak terkait dalam pelaksanaan wisata keberagaman ini dapat meningkatkan keterbukaan informasi terkait proses pendataan dan penentuan peserta agar program yang bertujuan mempererat persatuan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. (DAR)