web analytics

Pinjaman Online Bank DBS Diduga Manipulasi Data Nasabah

Nasabah pinjaman online bank DBS banyak yang mengeluh terkait data pinjaman tersebut, dimana data tersut tidak benar, dimana dari pinjaman pertama sebesar 32 Jt melalui komunikasi lewat seluler telpon di thn 2016 bulan April dengan kontrak 36 bulan Bank DBS menyetujui pinjaman nasabah tersebut itupun tidak utuh diterima nasabah Rp. 30.500.000,- salah satu contoh Bapak M NN.

Nasabah tersebut sudah bolak balik komplain ke kantor Bank DBS yang di Jl. Gatot Subroto yang ada dibandung begitu juga ke kantor Pusat yang di Jakarta bahkan sudah komunikasikan dengan call center Ibu Holit lalu Ibu Holit menyambungkan lagi sama Ibu Kiki dia bilang ini sudah di tangani oleh pimpinan bank biar lebih jelas Ibu Kiki menyuruh untuk melayangkan surat tertulis ke kantor pusat, nasabah juga mengikuti saran ibu kiki tersebut.

Setelah 2 hari kemudian nasabah mengirimkan surat ke pihak Bank DBS, tapi malah mengirimkan jawaban surat tagihan, karena nasabah tidak merasa bawah pinjaman yang ditujukan ke bapa MN tidak merasa, sehingga mempublikasikan ke Media Swara Nasional Pos bulan Agustus.

Tahun 2020 dan Pimpinan Redaksi mengantarkan koran tersebut kekantor Bank DBS yang di kantor pusat yang berada di DBS Tower lantai 33 tapi jawaban nya Ibu Enjel sebagai Humas Bank DBS nanti akan kami Rimbuhkan ke Pihak Marketing yang menangani pinjaman Online tersebut, bahkan 1 minggu kemudian Ibu Enjel menelepon ke pihak Media SNP supaya tidak di lanjutkan lagi beritanya Kepala Perwakilan Jawa Barat juga menghentikan berita tersebut.

Setelah 3 tahun kemudian pihak kolektor berulang-ulang datang menagih nasabah tersebut, tentunya nasabah terganggu dan merasah keberatan dikarenakan data tersebut tidak benar alias Bank DBS sudah mempermainkan atau manipulasi data nasabah sampai berita ini di terbitkan lagi, dimana Marketing atau karyawan Bank DBS diduga sudah banyak manipulasi data nasabah untuk memperkaya diri sendiri, tidak mungkin dari pinjaman pertama sebesar 30.500.000,- yang masuk ke rekening nasabah.

Jadi top up atau diputihkan lagi menjadi pinjaman lebih dari 100% naik pinjaman apalagi yang namanya pinjaman online sedangkan pinjaminan yang punya jaminan aja tidak pernah terjadi seperti ini, jelas-jelas ini pemalsuan data Pihak Bank DBS sudah mencemarkan nama baik nasabah: Rek M N 7701794131 April tahun 2016 (Kontrak Selama 36 Bulan) pinjaman berikutnya, atas Nama M N Rek: 7702427867 jumlah pinjaman 68 Jt kontrak selama 36 bulan sedangkan yang sudah dibayar oleh nasabah ke Bank DBS sudah menyapai kurang lebih Rp. 92 Jt sementara datang lagi kolektor dari Bank DBS Bulan Agustus Tahun 2020 Namanya Pak Dyki dan Pak Aditya bahkan sudah pernah di beritakan lewat media Harian Umum Swara Nasional Pos di Edisi 694 Tahun 2020 beberapa kali dijelaskan sama kolektor Bank DBS sebelum ditangani pihak kedua oleh PT Zuriel Bonaarga Uli yang ada di Bandung.

baru dia mulai paham beliau mengatakan begitu ya pak? Dia langsung pulang dengan salaman terimakasi pak, ujar kolektor ke nasabah tersebut. (Red)