Subang – Mapag Sri ala Desa Sidamulya Kecamatan Cipunagara Subang Jawa Barat, Hadirkan Mubalig Kondang dari Subang.
Ocim Kepala Desa Sidamulya di sela-sela kesibukannya kepada wartawan swaranasional pos mengatakan, bahwa memaknai Mapag Sri, adalah salah satu Adat/Budaya Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa dan Sunda.
Kegiatan ini lanjut kades dilaksanakan ketika Para Petani akan memanen Padi di musim rendengan atau di musim penghujan, (musim tanam pertama) karena di saat para Petani Panen di musim Gadu. (musim tanam kedua) hal tersebut tidak pernah di rayakan, ujarnya.

Memaknai Mapag Sri menurut Ocim, Mapag adalah Menjemput sedangkan Sri adalah Sinonim daripada Padi. Mapag Sri adalah menjemput padi. katanya.
Menurut Kades, kegiatan ini Secara otomatis merupakan tradisi Budaya Nenek Moyang kita yang sudah turun-temurun sehingga menjadi Budaya dan ini harus kita lestarikan.katanya.
Sementara Kepala Desa, dalam sambutanya baik pribadi ataupun atas nama Pemerintahan Desa yang baru mohon di ma’afkan karena kegiatan mapag sri musim tanam sekarang tidak ada acara pentas Wayang Kulit atau yang lainya, kerena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. sebab bertepatan waktunya jatuh di bulan Romadon, jadi di Bulan yang Suci ini, maka hasil musyawarah mufakat kita hadirkan Al Mukarom kiyai H. Abdul Mu’min (Ki Maung) dari Subang. Untuk memberikan tausyiah. Ungkapnya.
Kyai H.Abdul Mu’min dalam tausyiahnya, mengajak kepada Mustaminya untuk selalu bersyukur, karena kita manusia khususnya para petani bisa bercocok tanam di atas tanah yang subur, semuanya itu adalah pemberian Allah SWT, karena Allah sudah menyiapkan Tanah, Air, Angin, Api, dan Sinar atau Cahaya. Ujarnya.
Menurut Ki Maung, para Petani bisa bercocok tanam baik Padi, Palawija dan lainya, di tanah yang subur, sehingga para Petani tananamanya bisa subur dan berbuah hingga panen. semoga hasilnya bisa melimpah ruah.Ungkapnya. (ita.g)