Bogor SNP – Pada hari Selasa (30/12), Pemerintah Desa Cipambuan menggelar acara Rembug Stunting di Aula Desa dengan tema “Pemberian Makan Tambahan dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting”.
Acara yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari kepala dusun, kader kesehatan, perwakilan RW/RT, petugas Puskesmas Babakan Madang, hingga perwakilan orang tua masyarakat.
Kepala Desa Dadang dalam sambutannya yang di wakili oleh sekdes menekankan komitmen pemerintah desa: “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga berkaitan dengan masa depan generasi muda kita.” Oleh karena itu, Pemdes Cipambuan akan mengalokasikan anggaran khusus untuk program makanan tambahan dan edukasi gizi tahun depan, serta memastikan setiap dusun memiliki titik layanan yang mudah dijangkau masyarakat.” Ia juga menambahkan bahwa desa akan membentuk tim khusus pemantauan stunting yang terdiri dari kader dan perwakilan masyarakat.
Perwakilan Kepala Puskesmas Babakan Madang Bu Yefni menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Dadang, seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menekankan bahwa menangani stunting membutuhkan peran semua orang.
Salah satu perwakilan orang tua, Ibu Siti, mengatakan: “Sangat bermanfaat sekali informasi yang diberikan hari ini. Sebelumnya saya kurang paham tentang tanda-tanda stunting pada anak, sekarang saya tahu harus segera berkonsultasi ke puskesmas jika melihat ada tanda yang tidak normal.”
Setelah pembahasan, para peserta sepakat untuk menjalankan langkah konkrit seperti pendataan ulang anak usia 0-5 tahun setiap bulan, kelas edukasi gizi setiap dua minggu, dan peningkatan distribusi makanan tambahan untuk anak berisiko stunting.
Diding, perwakilan kecamatan, menambahkan bahwa pihak kecamatan akan memberikan dukungan teknis dan pemantauan secara berkala agar program berjalan dengan baik.
Mari kita dukung upaya penanggulangan stunting yang digalakkan oleh Pemdes Cipambuan bawah kepemimpinan Bapak Kepala Desa Dadang Drajat untuk masa depan anak-anak kita.” tutupnya. (Suwarno)