Pihak SMPN 12 Depok memberikan tanggapan ketika siswa ikut membantu pihak MBG
Pengamatan di SMPN 12 Depok, Senin 28/4 siswa/i ikut membantu mengangkat wadah MBG. Berikut tanggapan pihak SMPN 12 Depok:
Wakil Kepala Sekolah Hidayatul Akbar menyampaikan “Sejumlah evaluasi dan pertimbangan mengenai siswa yang ikut serta membantu mengangkat wadah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bahwa fokus utama yang disoroti oleh pihak sekolah adalah mengenai efisiensi waktu, efektivitas distribusi, siswa ikut membantu otomatis dapat membentuk karakter siswa,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah menilai personel SPPG masih kurang dalam tenaga pada saat pendistribusian untuk 1500 siswa maka kita libatkan siswa dalam mengantarkan makanan agar tidak memakan waktu cukup lama, Oleh karena itu, sekolah mengusulkan sistem pembagian sesi piket yang lebih terstruktur dan dinilai lebih efisien. Jika makanan itu sampai di sekolah sekitar pukul 10.00 jam istirahat maka pihak sekolah melibatkan siswa sebanyak 5 orang perkelas untuk berperan serta dalam mengangkat Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai lebih efisien hanya membutuhkan durasi sekitar 10–15 menit.
Disisi lain Kepsek SMPN 12 Farida Nurbaiti, S.Pd, M.Pd mengatakan “Dengan melibatkan sejumlah siswa akan membentuk karakter kemandirian siswa, bila ada keluhan dari para siswa kami langsung mencatat dan menyampaikan secara langsung melalui telepon ke pihak MBG,” pungkasnya.
Dikatakan oleh Kepsek dari sisi efisiensi, sekolah mengungkapkan bahwa selama ini distribusi sekolah kami mengalami keterlambatan, SMPN 12 Depok menerima program MBG setelah masa Lebaran.
Kami dari pihak sekolah menegaskan bahwa tujuan utama bukan semata bantuan, melainkan memastikan program berjalan efisien dan tidak memberatkan siswa. Saat ini, keterbatasan jumlah petugas SPPG, yakni tiga orang dalam satu jam menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengaturan distribusi.
Menanggapi keterlibatan siswa dalam pengangkatan wadah makanan setelah kegiatan MBG, kepala sekolah memberikan penjelasan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, kegiatan tersebut melatih rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian siswa. “Dalam kegiatan ini, siswa yang bertugas piket dilibatkan untuk mengambil dan mengembalikan wadah. Ini bagian dari pendidikan karakter agar mereka belajar bertanggung jawab,” tambah Kepsek.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan risiko, termasuk kekhawatiran dari pihak SPPG terhadap potensi gangguan dari luar.
“Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar lebih efektif, efisien, serta tetap memberikan nilai edukatif bagi siswa,” tutupnya. (Dar/Rom)