web analytics

Pasca Bencana Longsor Belasan Rumah Terancam Ambruk Warga di Evakuasi Ngungsi Ke Keluarga Terdekat

Subang – Akibat hujan terus menerus mengguyur wilayah Pemukiman RT 10. Rw. 04 Kampung Cibalandong Desa Cibalandong Kecamatan Cibogo 15 Rumah warga terancam ambruk tertimpa Longsor sementara warga dievakuasi ke keluarganya yang terdekat Senin (4/3)

Sigapnya Muspika Kecamatan Cibogo bersama Kepala Desa Cibalandong jaya. melakukan Penanganan untuk antisipasi terjadinya longsor Susulan,

Kades Cibalandong, Lili Maulana menjelaskan, akibat intensitas hujan lebat terus menerus mengguyur sehingga terjadi longsor.

Longsor terjadi pada Senin 11/2/2024 lalu. Kemudian terjadi longsor susulan pada Sabtu petang (2/3) ini terjadinya akibat pergeseran tanah. Terjadi Pada Minggu kebelakang, Alhamdulilah bisa di antisipasi melalui Bakti Sosial yang dilakukan oleh masyarakat, Ujar Kades Lili.

Karena intensitas hujan terus menerus selamah tiga hari berturut-turut masyarakat harus waspadah, ini Longsor yang paling parah. Sehingga warga diungsikan ketempat yang lebih aman, warga yang rumahnya dekat lokasi longsor agar tetap siaga di khawatirkan terjadi longsor susulan.

Sementara kerugian materi diperkirakan mencapai 500 juta rupiah , sementara bantuan dari Pemerintah untuk dua Minggu kebelakang yaitu Bronjong 20 biji dari PUPR Subang, logistik dari Dinas sosial juga ada terpal dan makanan, bantuan terpal dan karung itu dari Dinas BPBD excavator Kecil itu baru datang tadi siang, katanya.

Alat excavator itu untuk antisipasi longsor di Kampung Jatihurif RT.11/05 ada empat rumah yang terdampak longsor, alhamdulilah dari kejadian longsor yang pertama kami dibantu dengan sigapnya Muspika Kecamatan Cibogo sehingga longsor tersebut dapat diantisipasi. Namum terjadi lagi longsor susulan, saya melaporkan ke Kecamatan sehingga dengan adanya laporan tersebut, Pihak Kecamatan mendorong ke- Kabupaten sehingga excavator bisa turun ke Desa Cibalandong,” imbuhnya.

“Kami berharap kepada Pemkab Subang, dan Pemprov Jabar serta Pemerintah Pusat, agar secepatnya ada tindak lanjut untuk menangani permasalahan ini, jangan sampai kedepannya terjadi lagi, karena titik-titik lokasi rawan longsor lumayan banyak di Desa kami, kemudian ada dua titik yang sangat serius untuk diantisipasi.

Tuminah (60 tahun) warga yang terdampak longsor mengatakan, pada saat longsor yang pertama dapat bantuan Bronjong dari Pemerintah sebanyak 20 biji ketika datang longsor susulan jebol lagi sehingga menerpa rumah kami,” Ucap Tuminah.

Berkat sigapnya Pa Kades Lili dan iBu Camat sudah dua kali meninjau lokasi kejadian longsor, kami sekeluarga berharap kepada Pemerintah agar segera ada perhatian serius untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, sementara saya mengungsi ke rumah keluarga, jelasnya.

Suhaya (49) warga Rt. 10/04 Kampung Cibalandong mengatakan, terjadinya longsor yang pertama masyarakat semua turun untuk melakukan kerja bakti bareng Pemerintah Desa dan Muspika, keterbatasan alat berat, untuk mengantisipasi tumpukan tanah yang menimpa rumah ibu tuminah semoga dengan datangnya alat berat tersebut tumpukan tanah bisa terselesaikan dengan baik, pungkasnya. (Mulyadi).