web analytics

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas Belajar SDN Setia Jaya Diduga Pengerjaannya Asal-asalan

Subang SNP – Proyek rehabilitasi ruang kelas belajar SDN Setia Jaya yang berlokasi di Kampung Cikur, Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara, Subang, Jawa Barat, kini menuai kritikan tajam dari masyarakat yang mengaku punya kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Menurut sumber yang meminta namanya jangan ditulis, kepada Swara Nasional Pos mengatakan bahwa proyek dengan anggaran ratusan juta rupiah itu pelaksanaannya asal-asalan. Sementara pihak CV. Radeva Karya, sampai berita ini ditulis, sulit untuk dihubungi, ujarnya.

Sumber tadi lebih jauh menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ada banyak indikasi dengan modus yang sengaja dibikin supaya rencana busuknya berjalan mulus. Karena konsultan dan pengawas yang ada di papan proyek itu goib alias tidak ditulis.

Hal tersebut, lanjutnya, mengundang sakwa sangka buruk akibat minimnya koordinasi antara pihak sekolah sebagai penerima manfaat dengan CV Radeva Karya sebagai penyedia jasa, ungkapnya.

Selain itu, bahan yang digunakan untuk rangka atap berupa baja ringan diduga kuat tidak berstandar SNI. Sedangkan bahan di bawah SNI dikhawatirkan akan berisiko ke depan ketika ruang kelas baru itu kembali digunakan oleh si penerima manfaat, katanya.

(Kondisi Ruangan Kelas)

Minim Pengawasan dan Langgar Aturan K3

Bukan hanya soal material bangunan, tata kelola ketenagakerjaan di proyek ini juga ditemukan carut-marut. Seperti selama proyek ini berlangsung, belum pernah ada petugas mengawasi jalannya proyek secara intensif. Pengerjaan sepenuhnya diberikan kepada pekerja harian lepas yang jumlah tenaganya hanya lima orang.

Lebih memprihatinkan lagi, pihak CV disinyalir abai terhadap hak keselamatan para pekerja di lokasi.

Para pekerja tidak diberikan alat pelindung diri pekerja (APD). Pihak pemborong sama sekali tidak memfasilitasi kebutuhan alat pengaman mendasar seperti helm proyek, sepatu pelindung maupun pelengkap K3 lainnya.

Selain itu, plesteran dinding yang sudah lapuk dimakan usia, pengerjaannya hanya cukup dipoles, tidak dikelotok atau dibongkar sebagaimana mestinya, ujarnya. (ig)