Subang SNP – Ancaman berkurangnya pasokan air irigasi yang dikhawatirkan mengganggu area persawahan di Desa Legonkulon, Kecamatan Legonkulon langsung direspon cepat pemerintah Kabupaten Subang.
Melalui UPTD workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), alat berat excavator di terjunkan untuk mengeruk sedimentasi di saluran sekunder (SS) Legonkulon agar aliran air kembali normal.
Pengerukan dilakukan menyusul keluhan petani yang mengalami penurunan debit air akibat air endapan lumpur yang menghambat aliran irigasi menuju lahan pertanian.
Kepala UPTD workshop PUPR Kabupaten Subang Dede Risyadi Hasan, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti permohonan petani setelah menerima arahan dari Asister I saat kegiatan sabda Desa di Kecamatan Legonkulon.
“Kami langsung merespons permohonan masyarakat dengan menurunkan excavator untuk mengeruk sedimentasi di SS Legonkulon, mudah mudahan pekerjaan ini selesai dalam waktu lima hari sehingga aliran air kesawah kembali normal” ujar Dede, Jumat (7/8).
Menurutnya, pengerukan dilakukan sebagai upaya memperlancar distribusi air irigasi agar kebutuhan pengairan lahan pertanian tetap terpenuhi, terutama ditengah peningkatannya kebutuhan air pada musim tanam.
Pelaksanaan pengerukan dilakukan melalui koloborasi antara pemerintah Kabupaten Subang dan swadaya para petani yang turut mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
Di harapkan, normalisasi saluran irigasi tersebut mampu mengembalikan pasokan air ke area persawahan sehingga produktivitas pertanian di Desa Legonkulon tetap terjaga dan petani tidak mengalami gagal tanam akibat kekurangan air.(us)